Gorontalo (ANTARA) - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo Profesor Ahmad Faisal mengatakan dukungan Gubernur Gusnar Ismail, untuk mempercepat peningkatan status IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) sangat besar.
"Selama ini hanya satu kepala daerah yang paling gigih memperjuangkan peningkatan status IAIN menjadi Universitas Islam Negeri di tingkat pusat, khususnya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," kata rektor IAIN di Gorontalo, Senin.
Ia mengatakan harus jujur memuji Gubernur Gusnar Ismail sebagai sosok yang paling ngotot memperjuangkan peningkatan status tersebut.
Hal itu dikatakan di hadapan ratusan kader dan alumni dalam suasana buka puasa bersama keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), KAHMI, FORHATI di Graha KAHMI Gorontalo.
Baca juga: Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo dalami bahasa isyarat bersama GERKATIN
Bagi pihak kampus, kata dia, dukungan tersebut bukan sekadar simbol politik, melainkan bentuk komitmen nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia di Gorontalo.
Rektor menilai langkah gubernur memperjuangkan transformasi IAIN menjadi UIN merupakan investasi besar bagi masa depan pendidikan, riset dan peradaban Islam di daerah tersebut.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, mantan Wali Kota Gorontalo Marten Taha, mantan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, serta Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali.
Baca juga: Polisi periksa 14 saksi terkait kasus meninggalnya mahasiswa IAIN Gorontalo saat ikuti kegiatan pengaderan
Gubernur Gusnar Ismail mengatakan bahwa alumni HMI memiliki karakter berpikir yang khas yang visioner, berorientasi pada karya, dan selalu membawa semangat pembangunan.
Menurutnya ini seperti 'kartu pengenal Pengenal' yang membuat sesama alumni HMI dapat saling mengenal, meskipun sebelumnya belum pernah bertemu.
Ia pun berharap peningkatan status IAIN menjadi UIN akan menjadi bagian penting dalam membentuk peradaban ilmiah di Gorontalo, serta andil menghasilkan sumber daya manusia terbaik untuk membangun daerah tersebut.
Pewarta: Susanti SakoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.