Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dibekali ilmu keagamaan lewat kegiatan pesantren sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian selama bulan suci Ramadhan.

"Kegiatan ini diikuti oleh 181 warga binaan dengan memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan memperdalam pemahaman keagamaan," kata Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang Urip Dharma Yoga di Cikarang, Senin.

Dia mengatakan bulan Ramadhan merupakan momentum tepat bagi warga binaan untuk introspeksi serta memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas keimanan sekaligus membangun komitmen menjadi pribadi yang lebih baik.

Pesantren Ramadhan di Lapas Cikarang ini sudah berlangsung sejak 23 Februari hingga 13 Maret. Program tersebut terselenggara berkat kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, serta Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Pemkab Bekasi minta lembaga pendidikan gelar program pesantren kilat
Baca juga: Pesantren Nuu Waar Bekasi targetkan Khatam Quran 5.500 kali

Urip menjelaskan pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada menjalani masa pidana, tetapi juga membangun perubahan karakter dan pola pikir warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik.

"Tujuan pemasyarakatan bukan hanya menjalani masa pidana, tetapi bagaimana warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan perubahan sikap dan pola pikir. Melalui Pesantren Ramadhan ini kami berharap nilai-nilai keagamaan benar-benar tertanam di hati para peserta," katanya.

Kegiatan Pesantren Ramadhan berlangsung selama lima hari dalam sepekan yakni setiap Senin sampai Jumat. Beragam materi pembinaan keagamaan diberikan secara terstruktur kepada seluruh warga binaan yang menjadi peserta.

Koordinator Kurikulum Pesantren Ramadhan Lapas Cikarang Yuni Asdhiani menjelaskan tenaga pengajar pada kegiatan ini berasal dari penyuluh agama Islam serta alumni Pendidikan Kader Ulama MUI Kabupaten Bekasi yang memiliki kompetensi dalam pembinaan keagamaan.

Baca juga: Lippo Cikarang gandeng Forcisel salurkan logistik pondok pesantren

"Materi yang diberikan merupakan gabungan Islamic studies seperti pembahasan Ramadhan, zakat, dan wakaf sehingga warga binaan tidak hanya memahami ibadah secara ritual tetapi juga nilai sosial dalam kehidupan beragama," katanya.

Selain kajian keislaman yang disampaikan secara klasikal, kegiatan pembelajaran juga tetap mengacu pada jadwal pendidikan yang telah berjalan di dalam Lapas Cikarang sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Yuni melanjutkan keterlibatan para penyuluh agama dan alumni PKU MUI Kabupaten Bekasi diharapkan mampu memberikan pemahaman agama yang komprehensif bagi warga binaan selama mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan.

Khusus di hari Selasa dan Kamis, warga binaan juga tetap mengikuti beberapa kelas pembelajaran keagamaan yang telah menjadi bagian dari program pembinaan rutin di Lapas Cikarang, seperti kelas kitab, tahfiz, iqra, serta kelas nisa bagi warga binaan perempuan.

Pihaknya berharap melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini para warga binaan mampu memperkuat spiritualitas, meningkatkan kadar iman dan takwa sekaligus membangun komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan bisa memanfaatkan Ramadhan sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat keimanan dan menyiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika nanti kembali ke masyarakat," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026