Jakarta (ANTARA) - Manajemen Rumah Sakit Soeharto Heerdjan (RSSH) membantah tudingan terima suap sebesar Rp3 juta dari seorang pria untuk meloloskan seorang wanita inisial EO masuk ke Unit Kesehatan Jiwa.

Direktur Utama RSSH, dr. Soeko W. Nindito menegaskan bahwa uang yang disebut dalam video yang beredar, bukanlah suap, melainkan uang deposit untuk proses perawatan pasien di rumah sakit.

“Sempat ada di Instagram sebut Rp3 juta, itu adalah deposit dan itu nilainya kecil karena dia dirawat di ruang VIP (very important person). Jadi, tidak benar kalau disebut rumah sakit dibayar agar pasien bisa dirawat di sini,” kata dr. Soeko saat ditemui di Jakarta, Senin.

Menurut Soeko, tuduhan penerimaan suap adalah klaim tak berdasar mengingat perbedaan besar antara biaya ruang VIP dan jumlah deposit.

"Jadi, tak sebanding, kalau itu hanya dituduhkan kepada kami, bahwa petugas kami menerima uang untuk kemudian memaksa si pasien itu dirawat karena diantar keluarganya, kecuali kalau kita jemput pasien," katanya.

Sebelumnya, rumah sakit ini juga menepis tudingan dugaan praktik pemaksaan terhadap masuknya seorang wanita berinisial EO ke fasilitas kesehatan tersebut.

Soeko menjelaskan, pasien EO yang tiba di rumah sakit pada 31 Januari itu bukan karena dijemput paksa, melainkan diantar langsung oleh keluarganya karena kondisi kesehatan mental pasien.

"Saudari EO yang viral videonya itu, datang ke rumah sakit diantar oleh suami, bapak dan diketahui oleh ibunya. Jadi, atas kesadaran sendiri mereka mengantar pasien" katanya.

Pasien EO, kata Soeko, sempat dibawa ke rumah sakit lain, tetapi kemudian dirujuk ke RSSH karena membutuhkan penanganan kesehatan mental.



Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026