Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara mengunjungi rumah warga yang membutuhkan layanan kesehatan di wilayah Tugu Selatan, Kecamatan Koja, setelah mendapatkan informasi dari warga.

“Kunjungan ke rumah warga merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada masyarakat,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Muniarsi Hutapea di Jakarta, Senin.

Melalui kunjungan ini, lanjut dia, pihaknya ingin memastikan bahwa warga yang membutuhkan layanan kesehatan tetap mendapatkan penanganan dan pemantauan langsung dari tenaga medis.

Baca juga: Pemkot Jakarta Utara deklarasi 100 persen kelurahan Stop BABS

Pemprov DKI Jakarta pun berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat kepada masyarakat.

“Kami menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau kondisi pasien dan memastikan layanan kesehatan tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata dia.

Menurut Muniarsi, kunjungan itu sebagai tindak lanjut laporan dari tingkat kecamatan terkait kondisi kesehatan dua orang warga pada Minggu (8/3) sore pukul 16.00 WIB. Tim tenaga kesehatan kemudian melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien pada pukul 17.30 WIB.

Kunjungan dilakukan oleh dokter dan perawat dari puskesmas setempat, yakni dr. Nela bersama perawat Tika. Dalam kunjungan tersebut, tim memeriksa kondisi kesehatan dua warga yakni A (64) dan M (57).

Baca juga: 14 persen pasien TBC di Jakut putus pengobatan

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien berinisial A memiliki tekanan darah 150/107 mmHg dan kadar gula darah sewaktu 91 mg/dL. Pasien mengeluhkan hidung tersumbat, sakit kepala, dan batuk serta memiliki riwayat kemoterapi sebanyak sembilan kali untuk penyakit kanker mata yang telah menyebar.

Meski, dianjurkan melanjutkan kemoterapi, pasien memilih menunda sementara karena ingin menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Dari pemeriksaan fisik, lanjutnya, kondisi umum pasien dinilai baik dan dalam keadaan sadar. Namun terlihat adanya benjolan di bagian dahi serta mata kiri yang masih tertutup perban.

“Tim medis memberikan obat pereda nyeri, edukasi terkait pola makan sehat, serta menyarankan pasien untuk melanjutkan kemoterapi sesuai anjuran dokter di rumah sakit rujukan,” kata Muniarsi.

Baca juga: Ada 3.636 kasus tuberkulosis di Jakut sepanjang 2025

Sementara itu, pasien M (57 tahun) memiliki tekanan darah sekitar 140/101 mmHg dengan kadar gula darah sewaktu 93 mg/dL. Pasien diketahui memiliki riwayat stroke sekitar tiga bulan lalu serta menderita hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.

Saat pemeriksaan dilakukan, pasien tidak mengeluhkan keluhan khusus dan kondisi umum dinilai stabil. Tim medis menyarankan pasien untuk tetap melanjutkan pengobatan rutin serta menjaga pola hidup sehat.

Sebelumnya pasien juga telah mendapatkan kunjungan layanan kesehatan dari program Pasukan Putih di wilayah Tugu Selatan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kedua pasien tidak ditemukan kondisi darurat yang memerlukan rujukan rawat inap.

“Namun tenaga kesehatan tetap memberikan edukasi kepada keluarga mengenai tanda-tanda kondisi darurat agar segera membawa pasien ke unit gawat darurat jika diperlukan,” ujarnya.

 



Pewarta: Mario Sofia Nasution
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026