Mamuju (ANTARA) - Tim Surveilans Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat meningkatkan antisipasi penyebaran campak melalui penyelidikan epidemiologi campak di Kabupaten Pasangkayu.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kewaspadaan dini melalui penguatan sistem surveilans kesehatan serta respon cepat terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak," kata Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dr Nursyamsi Rahim di Mamuju, Ahad.
Langkah tersebut juga sebagai langkah antisipasi kemungkinan peningkatan kasus penyakit campak yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada awal tahun 2026.
Pemerintah Provinsi Sulbar terus mendorong penguatan layanan kesehatan dasar yang berkualitas, termasuk peningkatan sistem surveilans kesehatan sebagai langkah strategis dalam melindungi generasi masa depan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), khususnya penyakit campak.
Baca juga: Pakar UGM sebut lonjakan kasus campak di Indonesia masih bisa dikendalikan
Baca juga: Dinkes Depok ingatkan warga waspada penyakit campak
Nursyamsi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekedar kegiatan monitoring administratif, melainkan juga forum strategis untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kendala di lapangan serta mengantisipasi potensi munculnya kasus PD3I akibat rendahnya cakupan imunisasi.
Ia juga menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular sehingga membutuhkan kewaspadaan tinggi serta respons cepat dari seluruh jajaran tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan di daerah.
Melalui kegiatan itu, Nursyamsi berharap terbangun koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Baca juga: Gejala campak diawali flu biasa diikuti panas tinggi
"Dengan komitmen bersama, penguatan surveilans dan upaya pencegahan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Sulbar," ujar Nursyamsi.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak di posyandu atau puskesmas terdekat, karena imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan campak serta komplikasi yang dapat ditimbulkannya.
Pewarta: AmirullahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026