Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong kolaborasi antara pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan industri fashion muslim agar dapat berjalan dan berkembang bersama.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan pelaksanaan Trend Hijab Ramadhan 2026 menjadi momentum memperluas jaringan bisnis.
“Saya berharap agar kita semua dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperluas jaringan usaha, memperkenalkan produk terbaik, serta membangun kolaborasi yang positif dengan berbagai pihak,” harapnya saat membuka kegiatan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Artpro Exhibition dan menghadirkan pelaku industri kreatif, desainer, UMKM, serta berbagai lembaga pendukung ekonomi kreatif.
Dirinya berharap kegiatan seperti Trend Hijab Ramadan diharapkan dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pelaku usaha tetapi juga bagi masyarakat serta perkembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan
Ia menjelaskan, bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana istimewa dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat nilai spiritual, Ramadhan juga mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi kreatif.
“Saya melihat kegiatan seperti ini memiliki peran yang sangat positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.Industri fashion muslim, termasuk hijab, telah menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif yang mampu menciptakan peluang usaha,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan Sri Astuti Thamrin menjelaskan kegiatan Trend Hijab Ramadan 2026 bukan sekadar peragaan busana, melainkan ruang kolaborasi bagi desainer, pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta lembaga pendukung seperti Bank Indonesia untuk memperkuat ekosistem industri kreatif di Sulawesi Selatan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia, kepada penyelenggara, kepada para desainer muda, serta kepada seluruh pelaku UMKM yang terus menghadirkan karya-karya kreatif yang membanggakan dan memiliki makna yang lebih luas,” ucapnya.
Pewarta: Abdul KadirEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.