Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan desain besar manajemen talenta nasional (MTN) menjadi bagian penting dari pembangunan.
Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Koordinasi Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian.
“Desain Besar Manajemen Talenta Nasional menjadi bagian penting dari pembangunan nasional, karena masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan kita menyiapkan talenta yang mampu bersaing di tingkat global,” ucapnya sebagaimana dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
RTM menjadi forum konsolidasi strategis untuk memperkuat arah pelaksanaan MTN sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia yang dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan.
Pertemuan ini dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Perjanjian Kerahasiaan/Non-Disclosure Agreement (NDA) terkait integrasi dan pemanfaatan data alenta.
Penandatanganan PKS dan NDA sebagai bagian paralel dari RTM, lanjutnya, menandai komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola data talenta yang terintegrasi dan terhubung dalam satu sistem nasional yang berkelanjutan.
Rachmat Pambudy menyampaikan pentingnya MTN sebagai kerangka besar yang mengorkestrasi intervensi secara terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para mitra pembangunan untuk memastikan talenta terbaik bangsa dapat tumbuh, berkembang, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan.
“Integrasi talent pool harus berbasis data yang kuat. Sebagai instrumen strategis pembangunan, MTN perlu memastikan akses yang adil dan merata bagi seluruh anak bangsa untuk berkembang,” kata Kepala Bappenas.
Dengan memperluas dan mengintegrasikan talent pool secara nasional, kata dia, MTN memperkuat daya saing talenta melalui pembinaan yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Upaya ini didukung oleh Basis Data Talenta Nasional yang menjadi rujukan utama bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan talenta secara terintegrasi dalam satu sistem nasional yang berkelanjutan.
Baca juga: Kepala Bappenas dukung konferensi internasional bahas soal Jabodetabek
Baca juga: Pemerintah targetkan 24 juta sambungan pipa air bersih pada 2029
Menteri PPN menegaskan ekosistem yang ingin dibangun bersifat kolaboratif lintas kementerian/lembaga yang terorkestrasi secara terpadu.
“Dalam hal ini, Kementerian PPN/Bappenas berperan sebagai koordinator utama, perumus kebijakan, sekaligus pengelola basis data terpadu. Namun, basis data tersebut hanya dapat terwujud apabila konvergensi data dari seluruh kementerian/lembaga dapat disampaikan dan diintegrasikan secara optimal,” ungkap dia.
Pewarta: M Baqir Idrus AlatasEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026