Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan pendidikan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Hal tersebut disampaikan AHY saat menjadi pembicara dalam kegiatan kuliah umum yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim, pembagian sembako, dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, Rabu.
Menurut AHY, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, penguatan sektor pendidikan menjadi kunci utama dalam menentukan masa depan Indonesia.
“Meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, kemajuan bangsa tetap sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang dimilikinya. Saya menilai LDII memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengembangan pendidikan serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberikan kontribusi bagi bangsa,” ujar AHY.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara ulama dan umaro menjadi faktor penting dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan bangsa sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
AHY mengingatkan bahwa situasi global saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas nasional.
“Saya rasa banyak hal yang bisa kita lakukan bersama-sama, karena Indonesia negara besar dan sangat majemuk. Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Apa yang terjadi di Timur Tengah membuat kita harus lebih bersyukur karena Indonesia dalam keadaan damai, namun kondisi itu tidak boleh kita anggap akan terjadi selamanya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengapresiasi peran LDII dalam menyampaikan dakwah Islam yang kokoh dalam syariat namun tetap selaras dengan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, perpaduan antara nilai keislaman dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, sekaligus memiliki semangat patriotisme.
“Perpaduan antara nilai keislaman dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, sekaligus memiliki semangat patriotisme,” ujarnya.
Usai memberikan kuliah umum, AHY meninjau kawasan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin. Ia melihat langsung berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari sarana olahraga, balai pelatihan, hingga pembangunan gedung sekolah dari tingkat SD, SMP hingga SMA yang saat ini tengah diselesaikan.
Menurutnya, pengembangan fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren merupakan langkah penting dalam mencetak generasi muda yang memiliki kualitas pendidikan, karakter yang kuat, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan global.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengapresiasi kunjungan Menko AHY yang dinilai mampu memberikan motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kualitas diri serta kontribusi bagi bangsa dan negara.
“Kami berharap kehadiran ini dapat memberikan semangat dan memicu para santri untuk terus berkembang menjadi pribadi yang memiliki pengabdian dan kontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Chriswanto.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah dalam menjaga keutuhan bangsa serta membangun masa depan Indonesia.
“Kami adalah kekuatan sosial, maka harus ada sinergi dengan kekuatan otoritas. Saya berharap sinergisitas ini menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menjaga keutuhan bangsa, membangun bangsa ke depan, dan memastikan Indonesia tetap menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Ketua Pondok Pesantren Minhajurrosyidin KH Chairul Baihaqi menambahkan bahwa pesantren terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan guna mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Menurutnya, pembangunan sekolah umum mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA di lingkungan pesantren menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki penguasaan ilmu pengetahuan sekaligus karakter religius.
“Melalui langkah tersebut, kami berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Chairul Baihaqi.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.