Nabire (ANTARA) - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Kombes Pol Gustaf R. Urbinas menegaskan aparat gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok kriminal bersenjjata (KKB) yang masih berada di wilayah Kabupaten Nabire pasca operasi penegakan hukum yang dilakukan pada Minggu (1/3).
Dalam konferensi pers di Mapolres Nabire, Senin (2/3), ia mengatakan berdasarkan analisis lapangan, KKB pimpinan Aibon Kogoya yang menjadi target operasi masih berada di sekitar Nabire dan terus dalam pengejaran guna mencegah potensi gangguan keamanan.
“Kami tegaskan aparat keamanan masih melakukan pengejaran dan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, operasi tersebut menyasar target KKB pimpinan Aibon Kogoya yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana kekerasan bersenjata dan gangguan kamtibmas di wilayah Papua Tengah.
Operasi pada Minggu (1/3) melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) Polri serta Satgas Rajawali Mambri dari TNI sebagai bentuk sinergitas dalam menjaga stabilitas keamanan.
Menurut dia, operasi penegakan hukum itu merupakan respons atas informasi yang menyebutkan bahwa kelompok masih berada di Nabire setelah melakukan penyerangan terhadap tambang emas PT Kristalin di Lagari pada Sabtu (21/2) yang menewaskan dua orang serta merampas dua pucuk senjata laras panjang dan satu pistol.
Setelah penyerangan itu, kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya diketahui berpindah kamp di area Kali Nabarua, Nabire.
Baca juga: KKB tembak pesawat Smart Air di Korowai-pilot dan co pilot tewas
Dari hasil pemantauan personel gabungan, kelompok tersebut diduga melakukan pertemuan internal, penggalangan dukungan logistik, serta diduga merencanakan aksi gangguan keamanan lanjutan.
“Hasil pemantauan lapangan menunjukkan adanya aktivitas sejumlah orang bersenjata,” katanya.
Dalam operasi pada Minggu (1/3), sempat terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan KKB. Namun, tim gabungan akhirnya berhasil menguasai lokasi kamp serta mengamankan situasi.
Dari lokasi tersebut, personel mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok, antara lain 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen, 12 unit telepon genggam, lima unit alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, serta bendera dan perlengkapan lainnya.
Sementara itu, Wakil Panglima Koops Habema Brigjen TNI Riyanto mengungkapkan dalam kontak tembak tersebut terdapat satu anggota yang terluka akibat rekoset peluru di bagian betis kanan.
“Anggota yang terluka sudah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis. Proyektil berhasil diambil dan kondisinya saat ini sudah pulih,” ujarnya.
Aparat gabungan menegaskan pengejaran terhadap kelompok tersebut masih terus dilakukan guna memastikan situasi keamanan di Papua Tengah tetap kondusif.
Baca juga: Kapolres: TNI-Polri evakuasi198 orang dari lokasi tambang Kali Musairo
Baca juga: Kapendam XVII Cendrawasih: Tunggu hasil otopsi identitas korban serangan KKB
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.