Jakarta (ANTARA) - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Syurya M. Nur mengatakan komunikasi yang humanis dan kreatif menjadi kunci agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diterima oleh anak-anak.
"Pendekatannya harus humanis dan humoris, bahkan bisa kreatif, seperti yang sudah dilakukan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengenakan kostum superhero (pahlawan), sehingga anak-anak tidak hanya menerima makanan, tetapi juga menantikannya," kata Syurya dalam siniar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Senin.
Syurya juga menilai menu MBG perlu disesuaikan dengan selera tanpa mengorbankan nilai gizi. Anak-anak dapat diberikan ruang untuk menyampaikan preferensi makanan, sementara pihak dapur tetap melakukan seleksi agar kebutuhan gizinya terpenuhi.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam edukasi gizi, dimana guru berperan membantu anak memahami manfaat makanan sehat, misalnya memperkenalkan ikan kepada anak yang sebelumnya tidak menyukai makanan tersebut.
Baca juga: Akademisi: Komunikasi politik gizi bangun kepercayaan terhadap MBG
Baca juga: MBG dinilai perkuat ketahanan pangan hingga tingkat desa
"Memang perlu pendekatan persuasif ketika kita berkomunikasi dengan anak-anak, apalagi untuk mengenalkan bahwa makanan sehat itu seperti ini lho, ikan atau protein lainnya. Juga yang mengandung karbohidrat atau serat seperti sayur dan buah-buahan, tidak hanya yang biasa mereka makan dan mengandung terlalu banyak pengawet misalnya," ujar dia.
Menurutnya, ketika anak merasa senang, sehat, dan gizinya terpenuhi, maka tujuan besar mencetak generasi unggul pada masa depan akan lebih mudah tercapai.
Selain strategi komunikasi yang kreatif, lanjut dia, unsur pengawasan juga dinilai berperan besar dalam keberhasilan Program MBG. Syurya menilai program ini kerap dipersepsikan negatif karena framing media yang kurang berimbang, padahal banyak sisi positif yang perlu ditonjolkan.
Oleh karena itu ia mendorong BGN untuk lebih aktif memanfaatkan media sosial dan pendekatan langsung ke lapangan guna membangun kepercayaan publik. Menurutnya, kebijakan pemerintah harus dikomunikasikan secara konsisten melalui pemberitaan, edukasi, dan keterlibatan masyarakat.
Pewarta: Lintang Budiyanti PrameswariEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.