Moskow (ANTARA) - Inggris siap bergabung dengan Uni Eropa untuk memberlakukan larangan layanan pengiriman minyak Rusia melalui jalur laut tanpa dukungan Amerika Serikat (AS), kata Menteri Perdagangan Inggris, Chris Bryant.
“Itu benar. Itu tepat,” kata Bryant dalam sebuah pertemuan menanggapi pertanyaan apakah Inggris dan Uni Eropa siap menerapkan larangan tersebut tanpa dukungan AS, sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Jumat (27/2).
Selain itu, Esther Blythe, Wakil Direktur Sanksi untuk Rusia dan Belarus di Kementerian Luar Negeri Inggris, menyatakan bahwa Inggris akan mendukung larangan penuh terhadap layanan pengiriman maritim bagi minyak Rusia, lapor surat kabar Politico pada Kamis (26/2).
“Kami terus mendiskusikan hal itu dengan pihak Eropa,” kata Blythe seperti dikutip surat kabar tersebut.
Namun, Reuters melaporkan dengan mengutip Utusan Sanksi Uni Eropa, David O’Sullivan, bahwa Uni Eropa belum siap memberlakukan larangan layanan maritim untuk pengangkutan minyak mentah Rusia secara mandiri dan masih mencari dukungan dari seluruh negara anggota G7 terkait isu tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Amerika Serikat desak negara anggota PBB hentikan dukungan ke Rusia
Baca juga: China kritik sanksi Inggris terhadap Rusia terkait krisis Ukraina
Pewarta: Kuntum Khaira RiswanEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026