Depok (ANTARA) - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Triza Mudita memperoleh prestasi Asia Marketing Journal (AMJ) Best Paper Award dalam kegiatan “Doctoral Consortium and KMA Award Ceremony” yang diselenggarakan oleh Korean Marketing Association (KMA) di Ewha Womans University, Korea Selatan.

Dalam penelitiannya yang bertajuk Effects of the Preannouncement of Donation Expenditure on
the Evaluation of Charitable Organizations and Overhead Aversion yang dipublikasikan di Asia
Marketing Journal (AMJ) Volume 26 Issue 4, Triza berfokus pada pengaruh transparansi awal terkait alokasi dana donasi terhadap evaluasi publik pada organisasi amal, khususnya dalam konteks fenomena overhead aversion.

“Yang cukup mengejutkan bagi saya adalah temuan bahwa cara komunikasi yang sangat sederhana, seperti bagaimana pengeluaran donasi diumumkan di awal, dapat secara signifikan mempengaruhi evaluasi terhadap organisasi dan mendorong niat berdonasi yang lebih besar," kata Triza Maudita di Kampus UI, Kota Depok, Rabu.

Artinya, bukan hanya ajakan konvensional yang mampu menggerakkan niat donasi, tetapi juga
transparansi informasi yang sederhana dapat membentuk persepsi, kepercayaan, dan keputusan
seseorang untuk melakukan donasi.

Hasil riset menunjukkan bahwa keterbukaan informasi sejak awal mampu meningkatkan persepsi  dampak program sekaligus mendorong niat melakukan donasi. Temuan ini memberikan implikasi praktis  bagi organisasi nirlaba dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif dan membangun kepercayaan publik.

Selanjutnya, Triza mengungkapkan peluang kolaborasi dari kegiatan tersebut masih terbuka bagi mahasiswa asing atau alumni yang pernah menempuh studi di Korea.

Namun, pengalaman ini juga menunjukkan bahwa peneliti asing yang berkolaborasi dengan institusi di Korea tetap mendapatkan apresiasi yang setara. Hal ini juga dapat dibuktikan dari pengalaman menarik yang  Triza rasakan selama acara tersebut.

“Saya merasa sangat dihargai dan bangga karena pada kesempatan tersebut saya menjadi satu-satunya alumnus internasional dari Korea University yang menerima penghargaan dari KMA," ujarnya.

Momentum tersebut terasa spesial karena menunjukkan bahwa kontribusi akademik lintas negara dapat diapresiasi secara setara dalam komunitas ilmiah di Korea.

Triza juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menghasilkan penelitian, yakni dengan berfokus pada topik yang benar-benar dikuasai serta menargetkan jurnal bereputasi sejak awal proses penulisan.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya keterbukaan terhadap masukan dari rekan sejawat maupun reviewer, mengingat proses revisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan Prof. Dr. Kwanho Suk dari Korea University.

Triza mengungkapkan rasa bangga karena menjadi satu-satunya alumni internasional dari Korea University yang menerima penghargaan dari KMA pada kesempatan tersebut.

Hal ini membuktikan bahwa kontribusi akademik lintas negara mendapatkan apresiasi yang setara di
komunitas ilmiah internasional.

Baca juga: Penelitian dosen UI soal sensor pestisida mendapat pengakuan internasional

Baca juga: Dosen FMIPA UI raih penghargaan internasional inovasi terapi kanker

Baca juga: Dosen UI Raden Suhartono terpilih jadi anggota dewan organisasi dokter bedah vaskular

 



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026