Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bananas) bersama Champion Cabai telah memasok 10,9 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta, guna menjaga ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga di tingkat konsumen selama Ramadhan 1447 Hijriah.

"Pemerintah telah memobilisasi stok cabai rawit merah bekerja sama dengan petani yang merupakan Champion Cabai binaan Kementerian Pertanian dari berbagai daerah sampai Selasa (24/2) kemarin sudah mencapai 10,9 ton," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Jakarta, Rabu.

Dari jumlah itu, Badan Pangan Nasional menyokong subsidi biaya distribusi setidaknya sebanyak 7 ton, terutama untuk mobilisasi stok yang menggunakan angkutan udara.

Adapun pasokan cabai rawit merah yang bersumber dari Champion Cabai merupakan binaan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) yang secara konsisten melakukan distribusi ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) dalam seminggu terakhir ini.

"Harga cabai rawit merah yang agak tinggi belakangan ini, memang di hulunya sudah tinggi. Oleh karena itu, langkah yang kami tempuh sebagaimana arahan dari Bapak Kepala Bapanas (Andi Amran Sulaiman) maka kami sudah menggerakkan cabai rawit merah ke PIKJ," ujarnya.

Baca juga: PIHPS: Harga cabai rawit merah Rp95.500/kg, telur ayam Rp35.600/kg

Dia merinci distribusi cabai rawit merah diawali pada 19 Februari dengan pasokan cabai rawit merah sebanyak 980 kilogram (kg) berhasil sampai di PIKJ dari Champion Cabai Magelang Jawa Tengah (Jateng). Esoknya 538 kg komoditas itu kembali sampai di PIKJ pada 20 Februari dari Champion Cabai Bandung Jawa Barat (Jabar).

Mobilisasi stok cabai rawit merah semakin meningkat pada 21 Februari sejumlah 1.050 kg dari Champion Cabai Enrekang Sulawesi Selatan (Sulsel). Pada 22 Februari Champion Cabai Magelang Jateng kembali pasok ke PIKJ sebanyak 1.750 kg.

"Besoknya 1.260 kg datang dari Champion Cabai Magelang Jateng ditambah 750 kg dari Champion Cabai Garut Jabar," jelasnya.

Kemudian pada 24 Februari mobilisasi stok pecah rekor tertinggi karena tembus hingga 4.600 kg dalam sehari. Pasokan itu berasal dari Champion Cabai Enrekang Sulawesi Selatan 2.100 kg dan Champion Cabai Magelang Jawa Tengah 2.500 kg.

Dia berharap dengan pasokan cabai rawit merah dari PIKJ yang dilepas dengan harga antara Rp60.000 sampai Rp65.000 per kg di tingkat pengecer dapat menekan harga di pasar turunannya.

"Kita upayakan masuk dulu cabai ini ke pasar induk, sehingga harga mudah-mudahan bisa kita kendalikan karena pasokan sudah mulai bergerak," kata dia.

Baca juga: Komoditas Cabai rawit merah Rp53.854/kg, dan telur ayam Rp29.938/kg Jumat ini

Menurutnya hal itu dapat berjalan berkat kolaborasi dengan tim Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian bersama seluruh Champion Cabai binaannya.

Kendati demikian, lanjut Ketut, titik cerah kestabilan harga cabai rawit merah mulai terlihat dengan proyeksi produksi cabai yang akan mulai meningkat ke depannya. Tingkat curah hujan yang mulai melandai menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan panen cabai oleh petani domestik.

Salah seorang pedagang di PIKJ, Ali mengaku pasokan cabai rawit merah sudah mulai masuk secara rutin ke pasar induk itu. Harga jual pun mulai mulai stabil.

"(Harga cabai) turun terus setiap hari. Pasokannya sudah banyak. (Harga) Rp60.000 sampai Rp65.000 per kilogram kalau yang super. Paling 3 sampai 4 harian lagi, paling sudah Rp50.000 per kilogram," kata Ali.

Senada, Tomi yang juga pedagang di PIKJ menyebut harga cabai rawit merah telah menurun secara drastis. Kondisi itu kontras terhadap kondisi sebelum-sebelumnya yang sempat naik signifikan.

"Harga untuk saat ini di sekitaran harga Rp70.000 sampai Rp75.000 per kg. Mentok. Sudah turun drastis. Tidak seperti kemarin sampai ke Rp140.000 sampai Rp150.000 per kilogram, sekarang sudah turun dari semua," beber Tomi.

Baca juga: Paradoks daerah penghasil cabai rawit

Tomi juga mengapresiasi intervensi pemerintah dengan memasok stok cabai rawit merah dari Champion Cabai binaan Kementan ke PIKJ dengan harga di bawah pasaran.

"Stok Insya Allah aman. Ini kan (berkat) ada rawit dari subsidi pemerintah. Alhamdulillah itu semenjak ada itu pasokan rawit aman, turun harganya langsung drastis," kata Tomi.

Sementara itu, berdasarkan Panel Harga Pangan yang dikelola Bapanas per 25 Februari 2026, dilansir di Jakarta, Rabu pukul 13.35 WIB, harga cabai rawit merah Rp73.782 per kilogram turun Rp2.299 dari hari sebelumnya.

Kemudian, cabai merah keriting Rp44.016 per kilogram turun Rp1.545 dari hari sebelumnya; dan cabai merah besar Rp41.924 per kilogram turun Rp941 dari hari sebelumnya di tingkat produsen secara nasional.



Pewarta: Muhammad Harianto
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026