Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau memprioritaskan perbaikan dan normalisasi saluran irigasi pascabanjir yang merendam lahan persawahan di Kelurahan Waliabuku dan Ngkari-Ngkari, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Wali Kota Baubau Yusran Fahim saat dihubungi di Kendari, Minggu, mengatakan bahwa penyebab utama meluapnya air ke persawahan warga adalah penyumbatan di titik hilir akibat tumpukan material sampah dan ranting kayu, serta pendangkalan saluran.
"Hasil tinjauan lapangan menunjukkan adanya tumpukan ranting dan sedimen yang menghambat laju air secara signifikan. Kami akan segera melakukan pembenahan, utamanya pembersihan dan pengerukan agar kejadian serupa tidak terulang," kata Yusran.
Berdasarkan data Balai Wilayah Sungai (BWS), kapasitas daya tampung irigasi di wilayah tersebut telah mengecil akibat tingginya kadar sedimen. Hal ini menyebabkan air cepat meluap ke lahan warga saat intensitas curah hujan tinggi.
Meskipun terendam, Yusran Fahim memastikan musibah banjir yang terjadi pada Sabtu (21/2) tersebut tidak menimbulkan kerugian signifikan bagi petani. Hal itu dikarenakan sebagian besar lahan baru memasuki masa tanam awal, sehingga risiko gagal panen relatif kecil.
"Usia tanam masih sangat muda, sehingga dampak kerusakannya minimal. Kami terus memantau kondisi di lapangan melalui Dinas Pertanian," ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa terkait dengan ketahanan pangan saat ini masih dalam keadaan aman karena didorong oleh hasil panen beberapa bulan lalu yang cukup melimpah. Selain itu, harga gabah di tingkat petani saat ini terpantau stabil di angka Rp12 ribu per kilogram.
"Harga gabah saat ini sangat menguntungkan petani. Pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas harga ini guna menjamin kesejahteraan para petani di Baubau," tambah Yusran Fahim..
Baca juga: Pemkab Karawang tertibkan puluhan bangunan liar saluran irigasi wilayah utara
Baca juga: Bupati Subang minta BBWS Citarum segera tangani irigasi untuk atasi kekeringan sawah
Pewarta: La Ode Muh. Deden SaputraEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026