Depok (ANTARA) - UI GreenMetric Sustainable University Rankings secara resmi meluncurkan rangkaian Regional Information Session 2026 yang berlangsung mulai 19 hingga 27 Februari 2026.

Kepala UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, di kampus UI Depok, Jumat menyampaikan pembukaan kembali Regional Information Session untuk universitas yang baru maupun yang sebelumnya sudah bergabung untuk lebih memahami substansi kuesioner di tahun ini yang berubah dan perubahan jadwal waktu yang akan dibuka 26 Februari dan ditutup 30 Juni 2026.

"Penyesuaian ini bertujuan agar proses pengumpulan dan review data menjadi lebih komprehensif dan kredibel, memudahkan partisipan dalam menyajikan performa terbaik mereka," katanya.

Sesi ini menjadi momentum krusial bagi institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia untuk beradaptasi dengan perubahan substansi penilaian dan pergeseran timeline pelaporan data yang lebih kredibel.

Sebagai inisiatif keberlanjutan mendunia yang dipelopori oleh Indonesia, UI GreenMetric telah memposisikan diri sebagai katalisator utama dalam transformasi universitas di kancah global.

Lebih dari sekadar sistem pemeringkatan, gerakan ini menempatkan. perguruan tinggi sebagai aktor utama dalam mendorong perubahan perilaku yang nyata bagi komunitas akademi dan masyarakat luas.

Melalui standar yang ditetapkan, UI GreenMetric menemani institusi pendidikan tinggi dalam mengintegrasikan nilai-nilai hijau ke dalam budaya kampus, riset, hingga pengabdian masyarakat.

Langkah strategis ini diambil menyusul kesuksesan besar pada tahun 2025, di mana Ul GreenMetric telah merangkul 1.745 universitas dari 105 negara.

Tingginya antusiasme global juga tercermin pada sesi informasi tahun lalu yang dihadiri oleh 1.150 universitas.

Tahun ini, UI GreenMetric memproyeksikan pertumbuhan signifikan dengan target partisipasi 1.500 hingga 2.000 perwakilan universitas dari wilayah Indonesia, Inggris (UK), Eropa, Amerika, Asia, Australia, dan Afrika pada sesi informasi regional tahun 2026.

Salah satu poin utama dalam transformasi tahun ini adalah perubahan jadwal pengumpulan data. Sistem akan resmi dibuka pada 26 Februari 2026 dan ditutup pada 30 Juni 2026.

Pergeseran durasi ini dirancang untuk memberikan ruang bagi universitas dalam melakukan tinjauan data yang lebih komprehensif.

Wakil Kepala UI GreenMetric, Dr. Abellia Anggi Wardani menjelaskan mengenai penambahan kategori baru yang menjadikan penilaian semakin holistik.

Penambahan kategori tata kelola (governance) dan digitalisasi (digitalization) melengkapi enam kategori sebelumnya, yaitu setting and infrastructure, energy and climate change, waste, water, transportation, serta education and research.

Dengan total tujuh kategori, UI GreenMetric kini menawarkan pendekatan yang mencakup aspek operasional, community engagement, hingga riset.

"Digitalisasi dan tata kelola menjadi signifikan karena keduanya merupakan fondasi efisiensi sumber daya dan transparansi kebijakan keberlanjutan di era modern," kata Dr. Abellia.

Baca juga: Kemdiktisainstek dukung penuh UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026

Baca juga: UI GreenMetric dan BEI dorong praktik keberlanjutan untuk korporasi

Baca juga: UI raih gelar kampus berkelanjutan versi UI GreenMetric

 



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026