Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memastikan pelayanan kesehatan di 17 puskesmas dan RSUD Mukomuko tetap berjalan optimal selama 24 jam di bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
“Pelayanan kesehatan tetap sesuai mekanisme. Untuk jam kerja mengikuti surat edaran yang dikeluarkan. Untuk layanan tidak ada yang berubah, tetap penuh seperti biasa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajad Sudrajat, saat dihubungi dari Bengkulu, Jumat.
Kabupaten Mukomuko yang terletak di perbatasan Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Barat memiliki 17 puskesmas rawat inap dan rawat jalan yang tersebar di 15 kecamatan.
Selain itu, kabupaten yang baru berusia 23 tahun dan berjarak sekitar 275 kilometer di sebelah utara Kota Bengkulu ini juga memiliki RSUD di Kecamatan Air Manjuto serta Rumah Sakit Pratama di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh.
Baca juga: 17 puskesmas di Mukomuko jadi badan layanan umum
Baca juga: Mukomuko perkuat jaminan kesehatan daerah
Ia mengatakan pelayanan perawatan terhadap pasien, baik di puskesmas maupun di RSUD Mukomuko, tetap dilayani selama 24 jam. Sementara itu, pelayanan bagi pasien rawat jalan mengikuti jam kerja kantor pemerintah.
“Intinya, selama bulan Ramadhan ini tidak ada penurunan layanan kesehatan bagi masyarakat yang berobat di fasilitas kesehatan daerah ini,” kata dia.
Ia mengatakan, berdasarkan surat edaran, pegawai negeri sipil di lingkungan Dinas Kesehatan tetap masuk kerja pukul 07.30 WIB. Namun, kemungkinan terdapat percepatan jam istirahat dibandingkan hari biasa.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan selama bulan Ramadhan.
Terkait penggunaan jarum suntik bagi pasien yang berpuasa pada bulan Ramadhan, ia mengatakan bahwa yang lebih memahami persoalan tersebut adalah para ustaz atau ulama mengenai hukum penggunaan jarum suntik bagi pasien yang sedang menjalani puasa.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.