Jakarta (ANTARA) - Puluhan rumah warga terancam rusak akibat fenomena gerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa gerakan tanah dilaporkan terjadi di Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, Tasikmalaya yang menyebabkan pergeseran struktur tanah dan berdampak pada pemukiman warga.

Peristiwa tersebut pertama kali terjadi, Senin (16/2) sekitar pukul 03.00 WIB setelah wilayah itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Pusat pengendalian operasi (Pusdalops) BNPB mencatat sudah ada lima rumah yang rusak dengan klasifikasi dua unit rumah rusak berat dan tiga unit lainnya rusak ringan.

Adapun proses evakuasi sekaligus pendataan jumlah warga yang terdampak masih berlangsung, setidaknya sampai dengan Rabu (181/2).

Baca juga: Tanah bergerak, "sinkhole", dan "creeping" sebagai alarm alam
 

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang diterima BNPB, ditemukan sedikitnya ada 47 unit rumah warga yang berada dalam kondisi terancam apabila pergerakan tanah kembali terjadi.

Merespons kerentanan tersebut, Abdul memastikan bahwa tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya melakukan pendampingan melekat untuk memastikan keselamatan dan menjamin kebutuhan dasar warga terdampak.

"47 kepala keluarga yang berada dalam zona rawan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi," katanya.


Baca juga: BPBD Garut pastikan rumah relokasi siap ditempati korban bencana tanah bergerak

Baca juga: Bupati Bogor sidak ke proyek perumahan diduga pemicu tanah bergerak di Sukamakmur

 



Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026