Jakarta (ANTARA) - Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa mengecam dugaan perlakuan rasisme terhadap Vinicius Junior pada laga leg pertama playoff 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026 di Stadion da Luz, Lisabon, Rabu dini hari WIB, dan membela pemainnya tersebut.

"Nol toleransi terhadap rasisme bersifat mutlak bagi kami. Ini sudah tahun 2026, tidak semestinya hal seperti itu terjadi di lapangan sepak bola," ujar Arbeloa dikutip dari laman resmi Real Madrid.

Vinicius Junior diindikasi mendapatkan perlakuan rasis dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni, setelah pesepak bola Brasil itu melesakkan gol pada menit ke-50.

Vini, sapaan Vinicius, mengadukan hal tersebut kepada wasit Francois Letexier yang memimpin pertandingan. Letexier kemudian mengaktifkan protokol antirasisme yang membuat laga dihentikan selama sekitar 10 menit.

Baca juga: Gianluca Prestianni bantah lakukan penghinaan rasial terhadap Vinicius

Namun, ketika partai tersebut dimulai kembali, tidak ada hukuman bagi Prestianni. Prestianni sendiri menutupi mulutnya ketika melontarkan kata-kata yang diduga bernuansa rasisme itu.

Dalam perkembangannya, Prestianni menyebut bahwa dirinya tidak mengeluarkan kalimat atau kata rasis terhadap Vinicius.

Meski begitu, Arbeloa memercayai pemainnya. Melihat pemainnya diperlakukan seperti itu, pelatih berusia 43 tahun itu menegaskan tim bersatu mendukung Vini dan akan selalu bersamanya dalam suka dan duka.



Pewarta: Farras Ziyad Muhammad
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026