Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengusulkan bantuan 217,32 ton benih padi kepada pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan masa tanam bagi para petani terdampak bencana banjir di daerah itu.

"Data usulan sudah kami sampaikan, diperkirakan Kabupaten Bekasi akan menerima bantuan benih seberat 217,32 ton," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Eem Embang Lesamanasari di Cikarang, Jumat.

Dia menyatakan bantuan itu setelah diterima akan langsung dialokasikan untuk kebutuhan tanam ulang dengan rata-rata 25 kilogram per hektare dari total luas pertanaman terdampak banjir mencapai 8.693 hektare.

"Adapun usulan bantuan benih kami sampaikan kepada pemerintah pusat yakni Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya.

Bantuan tersebut akan disalurkan kepada petani terdampak musibah di 79 desa yang tersebar di total 14 wilayah kecamatan, sebagaimana hasil pendataan areal persawahan terendam banjir beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kolaborasi Bogor-Bekasi berhasil cegah potensi banjir besar Bojongkulur

Eem menjelaskan skema proses penyaluran bantuan benih akan dilakukan secara tertib dan berbasis data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah diusulkan sebelumnya.

"Bantuan yang dikirim harus disampaikan sesuai dengan petani terdampak yang sudah masuk dalam basis data CPCL," ujarnya.

Mekanisme distribusi dimulai dengan penerbitan surat perintah kepada penyedia benih. Setelah itu, penyedia akan menyusun penjadwalan penyaluran untuk 14 kecamatan terdampak agar proses berjalan sistematis serta tidak menimbulkan kerumunan.

"Biasanya penyedia kami berikan surat perintah, kemudian mereka menjadwalkan distribusi. Jadi tidak sekaligus, tapi bertahap sesuai kecamatan," jelasnya.

Dalam pelaksanaan, penyedia benih berkoordinasi dengan petugas lapangan, baik petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) maupun Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Seluruh jadwal distribusi akan diinformasikan kepada kelompok tani penerima sehingga proses serah terima dapat dilakukan langsung di lokasi yang telah ditentukan.

Dinas Pertanian akan melakukan monitoring di lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta tidak menimbulkan kesalahpahaman. Sistem ini dirancang agar distribusi berjalan tertib sekaligus menghindari potensi berebut bantuan.

"Data sudah by name, by address. Jadi tidak bisa ada yang tiba-tiba datang meminta benih kalau tidak terdaftar. Itu tidak sesuai prosedur," katanya.

Dirinya memastikan kelompok tani penerima bantuan telah tercantum secara rinci berdasarkan data CPCL yang diverifikasi sehingga penyaluran dapat berjalan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.

Dia turut menyampaikan harapan agar para petani terdampak tetap optimistis dan segera melakukan tanam ulang setelah menerima bantuan, terlebih percepatan tanam kembali penting untuk menjaga keberlanjutan produksi maupun ketahanan pangan daerah.

"Semoga dengan adanya bantuan ini, dampak kerugian tidak berkepanjangan. Petani bisa segera tanam kembali dan hasilnya ke depan lebih baik. Harapan saya petani kita jaya dan makmur, berkecukupan, serta terus menjadi penopang ketahanan pangan daerah," kata dia.(KR-PRA).

Baca juga: Kementerian PU rehabilitasi Stadion Wibawa Mukti dengan anggaran Rp40 miliar

Baca juga: Produsen kue keranjang kebanjiran pesanan imbas hari raya beruntun

 

 



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026