Jakarta (ANTARA) - Youth Space, komunitas kepemudaan yang bergerak di bidang pendidikan dan berdiri sejak 2023, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak melalui kegiatan kelas belajar yang diselenggarakan di Kelas Belajar Oky, Cilincing, Jakarta Utara.
Saat ini Youth Space memiliki lebih dari 70 anggota panitia aktif yang tersebar di 23 kota dan 6 negara. Pada 2024, Founder Youth Space, Angelina Letizia Megan Chuadrey, menerima Diana Award 2024 sebagai apresiasi atas kontribusinya dalam pemberdayaan pemuda dan pendidikan anak melalui Youth Space.
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang interaktif dan menyenangkan, diawali dengan sesi perkenalan antara fasilitator dan peserta untuk membangun kedekatan serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.
Event ini didukung oleh tim relawan: Putie Hikari dan Franzeska Raizel Wijaya sebagai MC, Angelina Letizia Megan Chuadrey sebagai head PIC acara dan konsumsi, Marsha Zefanya Darlyn dan Lovely Mischa sebagai guru, Chelsea dan Angelica Nicoletta Anwar sebagai PIC games, serta Noreen Aretha dan Petrina Malinda Pratikno sebagai pengurus dokumentasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif yang dirancang untuk melatih fokus dan konsentrasi peserta. Setelah suasana kelas semakin cair, anak-anak diberikan materi pengenalan dasar bahasa asing yang disampaikan secara ringan dan mudah dipahami.
Dalam sesi ini, anak-anak belajar cara memperkenalkan diri, menyebutkan makanan favorit, serta mengenal kosakata sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui metode belajar sambil bermain, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar serta kepercayaan diri anak-anak dalam mempelajari bahasa sejak usia dini.
Penguatan pembelajaran bahasa asing sejak dini menjadi relevan mengingat Bahasa Inggris merupakan salah satu sarana utama untuk mengakses ilmu pengetahuan dan informasi di era global.
Berbagai temuan juga menunjukkan bahwa kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia masih perlu ditingkatkan, sehingga pengenalan sejak dini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Putie Hikari, Founder Jejak Baik, menegaskan bahwa pengenalan Bahasa Inggris sejak dini seharusnya ditempatkan sebagai fondasi literasi masa depan anak, bukan sekadar pelajaran tambahan, terutama bila diberikan dengan pendekatan yang sesuai perkembangan anak.
“Secara ilmiah, masa kanak-kanak awal sering disebut sebagai ‘golden age’, anak lebih peka terhadap stimulus dan lebih mudah menyerap bahasa baru. Karena itu, Bahasa Inggris paling efektif dikenalkan sejak dini sebagai pengantar yang menyenangkan melalui permainan, lagu, gambar, dan interaksi sederhana, sehingga anak tidak tertekan dan justru tumbuh rasa percaya diri serta kebiasaan berbahasa. Pengenalan yang konsisten sejak kecil membuat anak lebih mudah mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris di tahap pendidikan berikutnya,” seru Putie Hikari.
Founder Youth Space, Angelina Letizia Megan Chuadrey, menekankan bahwa kegiatan kelas belajar tidak hanya menargetkan capaian materi, tetapi juga pengalaman emosional anak dalam proses belajar.
“Saya percaya bahwa setiap anak memiliki potensi besar yang perlu ditumbuhkan sejak dini melalui ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan penuh dukungan. Kegiatan kelas belajar ini bukan hanya tentang materi yang disampaikan, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak merasa dihargai, didengarkan, dan percaya pada kemampuan diri mereka sendiri. Melalui Youth Space, kami juga berkomitmen untuk mengumpulkan dan menggerakkan pemuda-pemuda yang memiliki privilese agar dapat berbagi, berkontribusi, dan membantu anak-anak serta komunitas yang kurang mampu. Kami percaya bahwa kolaborasi dan kepedulian sosial adalah kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan, karena investasi terbaik untuk masa depan Indonesia adalah pendidikan hari ini,” ujar Angelina.
Setelah rangkaian pembelajaran selesai, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan antara tim Youth Space, fasilitator, dan peserta. Suasana hangat dan penuh keceriaan mencerminkan antusiasme serta kebersamaan yang terbangun sepanjang kegiatan. Anak-anak terlihat bersemangat mengikuti sesi foto bersama dengan senyum ceria, didampingi para pendamping dan pengajar.
Kegiatan ditutup dengan pembagian nasi kotak kepada seluruh peserta sebagai bagian dari kepedulian sosial Youth Space agar anak-anak tetap merasa diperhatikan hingga akhir acara. Melalui penutup kegiatan tersebut, Youth Space berharap kebersamaan yang terjalin tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang bermakna, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi seluruh pihak yang terlibat.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.