Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bahagianya berada di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), yang menurutnya menumbuhkan keberanian untuk mengabdi dan membela kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Demikian disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara Mujahadah Kubro memperingati Hari Lahir Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu pagi.

"Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah kiai, apalagi ada kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," kata Prabowo.

Baca juga: Presiden Prabowo: Terima kasih NU jaga perdamaian dan stabilitas bangsa
Baca juga: Rais Aam PBNU ajak seluruh Nahdliyin doakan kedamaian bagi rakyat Palestina

Presiden mengapresiasi atas sambutan yang diterimanya dari warga NU. Kehadirannya di tengah warga NU memberikan semangat, kesejukan, serta rasa persatuan dan keguyuban, sekaligus menghadirkan harapan terwujudnya bangsa dan negara yang adil.

"Saya merasakan harapan atas bangsa negara yang adil. Apalagi tadi, saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini. Luar biasa kekuatan emak-emak ini. Terima kasih undangan ini," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti kiprah NU selama satu abad yang dinilai telah membuktikan perannya sebagai salah satu pilar utama kebesaran bangsa. NU disebut selalu tampil ketika negara berada dalam situasi berbahaya dan berperan dalam menjaga keutuhan bangsa.

Baca juga: Presiden Prabowo hadiri acara Mujahadah Kubro NU di Malang, disambut ribuan nahdiyin

Presiden lalu menyinggung tentang sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang diuji di Jawa Timur, khususnya di Surabaya dan sekitarnya.

Dalam pertempuran tersebut, rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama berhasil mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan kekuatan besar dunia

"Kita telah berhasil menghadapi Inggris, pemenang Perang Dunia ke-II. Rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya dipimpin oleh para Kiai, para ulama kita telah buktikan bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapa pun yang ingin menjajah bangsa kita. NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan dan memang itulah pelajaran sejarah," ucapnya.



Pewarta: Fathur Rochman
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026