Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 1.683 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres, dan Polsek jajaran disiagakan untuk melayani unjuk rasa yang digelar sejumlah buruh, pengemudi ojek online (ojol) dan beberapa elemen masyarakat di Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung di Jakarta, Kamis, mengatakan pengamanan dilakukan dengan prinsip melayani masyarakat dan menghormati hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum. "Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan cara yang humanis, profesional, dan sesuai aturan,” ujar Reynold.
Menurut dia, pada Kamis, terdapat dua lokasi unjuk rasa, yaitu di kawasan Gedung DPR/MPR, yang dilakukan oleh buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) serta unjuk rasa Dewan Presidium Pusat Koalisi Ojol Nasional dan beberapa elemen massa di Silang Selatan Monas.
Dia menjelaskan di lokasi pertama, yaitu di depan Gedung DPR/MPR, disiagakan sebanyak 685 personel. Sebelum unjuk rasa dimulai, jajaran kepolisian menggelar Tactical Wall Game (TWG) dan apel kesiapan sebagai langkah antisipasi serta pemetaan potensi dinamika massa di lapangan.
"Seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis," kata Reynold. Sementara itu, terkait unjuk rasa yang digelar pengemudi ojek online di kawasan Monas, dikerahkan sebanyak 998 personel gabungan.
Dia pun mengimbau kepada orator dan peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban umum. "Sampaikan aspirasi dengan santun. Jangan melakukan provokasi, tindakan anarkis, merusak fasilitas umum, melawan petugas, maupun membakar ban bekas. Aksi ini harus berjalan damai dan bermartabat," tutur Reynold.
Mengenai dampak lalu lintas, dia meminta peserta aksi agar menghormati hak pengguna jalan lainnya, khususnya di sekitar kawasan DPR/MPR dan Monas dengan tidak menutup akses jalan. Untuk pengaturan lalu lintas, dia menyebutkan rekayasa arus kendaraan akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan.
Masyarakat yang melintas di sekitar lokasi unjuk rasa juga diimbau agar mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan. "Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mematuhi arahan petugas, dan mencari rute alternatif. Polri berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan kepentingan masyarakat luas," ungkap Reynold.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan harap semua mitra pengemudi ojol manfaatkan potongan iuran
Baca juga: Ojol dan pedagang uji UU Cipta Kerja ke MK
Pewarta: Khaerul IzanEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.