Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memperkuat kolaborasi dengan DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Penguatan kolaborasi tersebut mengemuka dalam kunjungan Staf Khusus Menko PMK Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, ke Kantor DPP LDII di Jakarta, Jumat.
Ahmad Nurwahid mengatakan kunjungan tersebut dilandasi kesamaan persepsi dan tujuan antara pemerintah dan LDII, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia serta peran organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan nasional.
“Ini kunjungan informal, tetapi karena sudah ada satu persepsi, kesannya menjadi seperti formal. Alhamdulillah saya bisa berkunjung ke LDII,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan sinergi dengan LDII merupakan bagian dari tugas Kemenko PMK dalam mendukung program strategis pemerintah, terutama dalam membangun SDM unggul yang berdaya saing dan berkarakter kebangsaan.
Menurut dia, sejumlah program yang dikembangkan Kemenko PMK selama ini telah dijalankan LDII di tingkat akar rumput, sehingga kolaborasi yang dibangun tinggal diperkuat melalui koordinasi dan sinergi yang lebih sistematis.
“Sejumlah program yang dicanangkan Kemenko PMK ternyata telah diimplementasikan oleh LDII di lapangan, sehingga tinggal memperkuat aspek sinergi dan kolaborasi,” katanya.
Mantan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu juga menyoroti pentingnya inklusivitas dalam komunikasi sosial, termasuk upaya menghapus stigma yang masih melekat terhadap LDII di ruang publik.
“Di luar sana masih ada stigma yang berkembang. Karena itu diperlukan upaya membangun inklusivitas dan komunikasi sosial yang lebih optimal, apalagi di era digital,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan terhadap tatanan sosial yang sudah mengakar membutuhkan waktu, namun dapat dipercepat melalui pendekatan yang terukur, dialogis, dan inklusif tanpa menimbulkan gesekan sosial.
Ahmad Nurwahid juga menekankan pentingnya membangun paradigma yang meniadakan dikotomi antara nilai keagamaan dan kebangsaan, karena keduanya sejatinya saling menguatkan dalam menjaga persatuan bangsa.
“Ketika kita bicara agama, di dalamnya juga termasuk kebangsaan. Inilah yang membuat bangsa Indonesia tetap inklusif di tengah keberagaman,” katanya.
Ia optimistis dengan berlandaskan Pancasila, silaturahim, dan sinergi seluruh elemen bangsa, Indonesia memiliki modal kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, terutama dengan keterlibatan aktif generasi muda.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyambut baik kunjungan Staf Khusus Menko PMK tersebut sebagai pintu masuk penguatan kerja sama yang lebih luas antara LDII dan pemerintah.
“Kami adalah kekuatan sosial yang perlu bergandengan tangan dengan pemilik otoritas. Sinergi ini penting agar pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut dalam berbagai program, termasuk pembinaan kebangsaan dan penguatan wawasan nasional, seperti Sekolah Virtual Kebangsaan yang selama ini melibatkan berbagai lembaga negara.
“Kami sepakat untuk terus memperkuat sinergi demi pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan,” katanya.
Kemenko PMK-LDII perkuat kolaborasi menuju Indonesia Emas 2045
Sabtu, 10 Januari 2026 11:30 WIB
Staf Khusus Menko PMK Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, ke Kantor DPP LDII di Jakarta, Jumat. ANTARA/HO-LINES
