Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat berpesan agar musibah tidak boleh melemahkan semangat belajar dan mengajar di tengah keterbatasan pascaterjadinya bencana alam. Ia menyampaikan pesan tersebut saat meninjau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hari pertama di SMA Negeri 12 Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat.
“Kita menerima musibah ini dengan ikhtiar, kesabaran, dan ketabahan. Keterbatasan yang kita hadapi saat ini adalah keadaan darurat, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti bergerak. Justru dari keterbatasan ini kita harus lebih kreatif dan menjadikannya sebagai tantangan untuk bangkit,” ujarnya dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Selasa.
Baca juga: Kemendikdasmen instruksikan seluruh sekolah laksanakan Pagi Ceria dan Upacara Bendera
Lebih lanjut, Atip juga menekankan proses pembelajaran tetap harus berjalan dengan menyesuaikan kondisi lapangan, tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan. “Bapak dan Ibu Guru harus menyesuaikan pembelajaran dengan situasi darurat ini. Namun tujuan kita tetap sama, yaitu menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi peserta didik,” imbuhnya.
Setelah memimpin jalannya upacara bendera, ia juga meninjau langsung sejumlah ruang kelas yang terdampak banjir serta mengunjungi tenda darurat yang saat ini difungsikan sebagai ruang belajar sementara.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen Atip memasuki salah satu ruang kelas untuk berinteraksi dengan siswa sekaligus mengikuti sesi tatap muka virtual bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang tengah berada di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang juga merupakan sekolah terdampak banjir.
Atip menjelaskan pihaknya telah memetakan tingkat kerusakan satuan pendidikan pascabencana menjadi kategori rusak ringan, sedang, dan berat. Sekolah rusak ringan telah dibersihkan agar dapat segera digunakan kembali, sedangkan sekolah dengan kategori rusak berat akan menjadi prioritas program revitalisasi tahun 2026.
Baca juga: Orang tua siswa Karawang keluhkan kewajiban pembelian paket buku LKS senilai ratusan ribu
“Untuk Sumatra Barat, terdapat sekitar 50 sekolah yang menjadi prioritas revitalisasi. Sementara di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara jumlahnya sekitar seribuan sekolah. Pembelajaran di tiga provinsi terdampak ini disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tidak dipaksakan seperti situasi normal,” ujarnya.
Guru SMA Negeri 12 Padang Rahmidayetti menggambarkan bagaimana proses pendidikan tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat. Saat pelaksanaan ujian semester ganjil pada 15 Desember 2025, ia menyebutkan sejumlah siswa harus mengikuti ujian di dalam tenda darurat dan ruang kelas berlapis terpal, bahkan ada yang hanya menggunakan kursi tanpa meja.
“Kami cukup terharu melihat semangat siswa. Mereka tetap mengikuti ujian dalam kondisi apa adanya, namun prosesnya berjalan lancar dan tertib,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tinjau hari pertama, Wamendikdasmen: Musibah jangan lemahkan semangat
Pewarta: Hana Dewi Kinarina KabanEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.