Jakarta (ANTARA) - Di bawah rindangnya pepohonan Tebet Eco Park, tawa anak-anak panti asuhan terdengar riang, berpadu dengan semangat para relawan muda yang datang bukan sekadar membawa hadiah, tetapi juga membawa harapan.
Melalui kegiatan bertajuk “Kisah Kasih – Wujudkan Harapan dalam Setiap Langkah”, Yayasan Indonesia Siap Bergerak menggelar aksi sosial penuh makna yang memeluk sisi kemanusiaan dengan sederhana.
Kegiatan ini menciptakan kolaborasi hangat antara mahasiswa Universitas Indonesia dan anak-anak dari Panti Asuhan Tebet Yayasan Remaja Masa Depan, Jakarta Selatan.
Selama beberapa jam, mereka larut dalam kebersamaan melalui berbagai aktivitas seperti picnic, permainan kelompok, menjelajahi taman, dan kegiatan melukis tote bag. Momen tersebut bukan hanya mengundang tawa, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri dan semangat untuk terus bermimpi.
Kegiatan “Kisah Kasih” terlaksana melalui kolaborasi lintas institusi. Program Studi Administrasi Perkantoran Vokasi Universitas Indonesia, Klinik Digital, dan Jejak Baik berperan sebagai mitra strategis Yayasan Indonesia Siap Bergerak, mendukung penguatan nilai edukatif, literasi sosial, serta pendekatan kegiatan yang berbasis pengalaman dan berdampak berkelanjutan.
“Saya merasa sangat bangga dan bersyukur dapat menjadi bagian dari kegiatan Kisah Kasih. Kegiatan ini menunjukan bahwa kepedulian dan semangat berbagi masih hidup di sekitar kita. Melihat senyum anak-anak telah membuktikan bahwa ketulusan sekecil apapun dapat menciptakan perubahan besar,” ujar Desena Setya Akbar, Ketua Pelaksana Kegiatan.
Bagi para relawan, “Kisah Kasih” bukan sekadar program pengabdian, melainkan ruang belajar tentang empati dan makna keberadaan. Sementara bagi anak-anak panti, hari itu menjadi kenangan tentang perhatian dan kasih yang mungkin jarang mereka temui di keseharian.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kepedulian yang kami bangun bersama generasi muda. Kami percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan hati yang tulus. Melihat antusiasme para relawan dan tawa bahagia anak-anak hari ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian adalah energi yang menumbuhkan harapan,” ungkap Mila Viendyasari, Ketua Yayasan Indonesia Siap Bergerak.
Dari perspektif ilmiah, Rienzy Kholifatur, Peneliti Klinik Digital, menegaskan bahwa interaksi tatap muka berbasis kegiatan kreatif dan permainan memiliki manfaat psikososial bagi anak, sekaligus memperkuat pembelajaran empati pada relawan muda.
“Berbagai riset menunjukkan bahwa aktivitas luar ruang yang aman dan suportif, dipadukan dengan permainan kolaboratif dan kegiatan kreatif, dapat membantu anak mengekspresikan emosi, meningkatkan rasa aman sosial, serta memperkuat rasa percaya diri. Pada saat yang sama, relawan muda belajar membangun empati melalui interaksi langsung, karena empati tumbuh bukan dari wacana, melainkan dari pengalaman hadir, mendengar, dan menemani,” jelas Rienzy Kholifatur.
“Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan relawan berperan penting dalam pembentukan empati dan pengembangan karakter generasi muda. Studi yang dipublikasikan dalam Journal Dimensia (Universitas Negeri Yogyakarta) menemukan bahwa kegiatan volunteering menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Selain itu, penelitian internasional yang diterbitkan oleh MDPI (Behavioral Sciences) menunjukkan bahwa tingkat empati yang lebih tinggi pada mahasiswa berkorelasi positif dengan perilaku prososial, seperti kepedulian dan keinginan untuk membantu sesama. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan sosial mahasiswa tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga efektif dalam membentuk karakter dan nilai kemanusiaan generasi muda,” ujar Putie Hikari, Founder Jejak Baik.
Selain kegiatan edukatif dan permainan, panitia juga menyerahkan santunan serta bingkisan kepada anak-anak panti. Seluruh rangkaian terlaksana berkat donasi sukarela dan gotong royong berbagai pihak yang percaya bahwa kepedulian adalah bahasa universal yang menyatukan.
Melalui program seperti ini, Yayasan Indonesia Siap Bergerak terus berkomitmen mendorong partisipasi generasi muda untuk terlibat langsung dalam gerakan sosial yang berkelanjutan. Karena dari langkah kecil dan hati yang tulus, perubahan besar bisa bermula.
“Super seru! Totally excited karena anak-anaknya juga super asik. Walaupun melelahkan, tetapi this is one of the best experiences,” ungkap Aina, Volunteer Kisah Kasih.
“Kami benar-benar bersyukur atas kehadiran para relawan dari Yayasan Indonesia Siap Bergerak. Anak-anak sangat senang, mereka merasa diperhatikan dan dihargai. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya membawa kebahagiaan sesaat, tapi juga menyemangati anak-anak untuk percaya bahwa mereka berharga dan bisa bermimpi setinggi-tingginya,” ungkap Ibu Panti Asuhan Tebet Yayasan Remaja Masa Depan.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.