Jakarta (ANTARA) - Yayasan Indonesia Siap Bergerak sukses menyelenggarakan program edukasi kebencanaan bertajuk “Safety Rangers: Edukasi Bencana Bersama BPBD” pada Rabu, 26 November 2025 di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.
Program ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 3 SDN Cideng 07 Jakarta Pusat dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini.
Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Melalui kegiatan ini, Yayasan Indonesia Siap Bergerak berupaya menumbuhkan budaya sadar bencana kepada generasi muda dengan pendekatan edukatif, interaktif, dan aplikatif. Mengusung tema “3S: Siaga, Sigap, Selamat”, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi peserta melalui simulasi lapangan dan teknologi Virtual Reality (VR).
Ketua Pelaksana, Aisha Nurra Priyatno, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat memahami langkah penyelamatan diri dengan cara yang menyenangkan.
“Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana harus bertindak ketika terjadi situasi darurat. Dengan pendekatan interaktif, kami berharap edukasi ini dapat melekat dan menjadi bekal penting bagi mereka,” ujarnya.
Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai simulasi, antara lain:
• Simulasi gempa bumi dengan teknik Drop, Cover, and Hold On
• Simulasi pemadaman api dan pengenalan APAR
• Simulasi P3K dan CPR sederhana
• Simulasi banjir dan prosedur evakuasi
• Simulasi kebakaran ruangan berasap
• Pengalaman VR bencana untuk memahami kondisi lapangan secara aman
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Pada pre-test, tingkat pengetahuan rata-rata berada di angka 70%, sementara setelah seluruh rangkaian simulasi, peserta mampu menjawab seluruh pertanyaan post-test dengan benar.
Ketua Yayasan Indonesia Siap Bergerak, Mila Viendyasari, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya pendidikan kebencanaan yang dimulai sejak usia sekolah.
“Edukasi kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari usia sekolah dasar. Anak-anak perlu dibiasakan untuk mengenali risiko dan mengetahui apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat. Kami berterima kasih kepada BPBD DKI Jakarta, pihak sekolah, dan seluruh panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Safety Rangers menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi keselamatan generasi mendatang,” tutur Mila Viendyasari.
Dari perspektif ilmiah dan literasi kebencanaan, Rienzy Kholifatur, Peneliti Klinik Digital, menjelaskan bahwa pendidikan kebencanaan berbasis simulasi dan pengalaman langsung terbukti efektif meningkatkan kesiapsiagaan anak.
“Berbagai kajian menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan pada anak akan lebih efektif jika disampaikan melalui metode yang sesuai usia, melibatkan simulasi, serta membangun kesiapan psikologis. Program seperti Safety Rangers selaras dengan temuan riset yang menegaskan bahwa pembelajaran kebencanaan berbasis pengalaman dapat meningkatkan pengetahuan, kewaspadaan, dan ketahanan anak dalam menghadapi risiko bencana,” jelas Rienzy Kholifatur, merujuk pada temuan riset pendidikan kebencanaan anak.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Putie Hikari, Founder Jejak Baik, yang mengaitkan kegiatan ini dengan berbagai temuan riset nasional dan internasional.
“Frekuensi dan dampak bencana alam terus meningkat seiring perubahan iklim, sehingga edukasi mitigasi bencana menjadi semakin mendesak. Laporan UNESCO menunjukkan bahwa antara tahun 2000–2019, sedikitnya 60 bencana besar mengganggu pendidikan lebih dari 11 juta anak dan merusak lebih dari 30 ribu sekolah. Berbagai penelitian di Indonesia juga membuktikan bahwa literasi kebencanaan secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kebencanaan sejak dini penting untuk menurunkan kerentanan masyarakat dan melindungi nyawa,” ujar Putie Hikari.
Kegiatan Safety Rangers ini terlaksana melalui kolaborasi lintas institusi. Program Studi Administrasi Perkantoran Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Klinik Digital, dan Jejak Baik berperan sebagai mitra strategis Yayasan Indonesia Siap Bergerak, mendukung perencanaan, pelaksanaan, serta penguatan pendekatan edukatif dan literasi kebencanaan dalam kegiatan ini. Program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Vokasi UI dalam mengasah kemampuan organisasi, komunikasi, dan tanggung jawab sosial.
Dengan terlaksananya program ini, Yayasan Indonesia Siap Bergerak berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih siap, tangguh, dan sadar risiko dalam
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.