Jakarta (ANTARA) - Pelajar SMP Islamic Development Network (IDN) Boarding School di Bogor meraih medali perunggu dalam ajang Youth Science and Technology Competition yang digelar Jinyu Xingfa Science and Technology di Sanghai, China, pada 19–21 Desember.

Pendamping tim robotika IDN Boarding School, Abdurrahman mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut dan mengatakan kompetisi itu menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk menguji kemampuan teknis mereka di level internasional.

“Alhamdulillah, kami baru saja menyelesaikan kompetisi Youth Science and Technology di China. Ini ajang luar biasa karena siswa dari berbagai negara berkumpul untuk menunjukkan skill dan keahlian teknis mereka di bidang robotika,” ujar Abdurrahman, dikutip di Jakarta, Rabu.

Diketahui, Youth Science and Technology Competition merupakan kompetisi internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk unjuk kemampuan di bidang sains dan teknologi, khususnya robotika.
Baca juga: Universitas Pancasila gelar kontes robot lengan

Pada kontes tersebut, IDN Boarding School mengirimkan tiga siswa terbaik, yakni Rizki Agiliano Ramadhan, Utara Wicaksono, dan Mohammed Dhihibarevant Jiazhen Faheem. Ketiganya telah menjalani latihan intensif sebelum berangkat, mulai dari pemrograman tingkat lanjut hingga perakitan mekanik robot.

“Mereka dipersiapkan secara serius, mulai dari coding tingkat lanjut sampai perakitan mekanik robot. Semuanya dilakukan agar siap diuji di level internasional,” kata Abdurrahman.

Hasil kerja keras itu pun membuahkan hasil. Tim IDN Boarding School berhasil membawa pulang medali perunggu sekaligus membuktikan bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu melahirkan talenta teknologi berkelas dunia.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa skill robotika yang dipelajari di pesantren bisa bersaing secara global. Harapan saya, mereka terus konsisten mengembangkan keahlian ini tanpa melupakan jati diri sebagai penghafal Al-Qur’an,” ucap Abdurrahman.

Baca juga: Sebanyak 91 tim dari berbagai kampus ikuti kontes robot

Sementara itu, salah satu peserta yakni Rizki Agiliano Ramadhan mengaku keikutsertaannya dalam kompetisi internasional itu dilandasi keinginan untuk membuktikan potensi pelajar Indonesia di mata dunia.

“Saya ingin membuktikan kalau pelajar Indonesia punya banyak peluang emas untuk bersaing di level internasional. Ini kesempatan bagus buat pengalaman dan portofolio kami. Di usia yang masih muda, kesempatan seperti ini tidak mudah didapat,” ujarnya.

Rizki juga mengungkapkan tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi di China itu adalah persoalan komunikasi.

Baca juga: UI Raih Juara Pertama Kontes Robot Terbang

“Tantangan terberat adalah komunikasi dengan warga lokal karena banyak yang belum lancar bahasa Inggris. Kami harus pakai aplikasi penerjemah. Padahal kami juga ingin berbagi ilmu dan pengalaman dengan pelajar dari seluruh Asia,” katanya.

Mengusung jargon “Jago IT, Pinter Ngaji,” IDN Boarding School menggabungkan pendidikan teknologi dan keislaman. Seluruh siswa diwajibkan belajar pemrograman, membuat robot, dan menghafal Al Qur’an. Sekolah ini telah menorehkan banyak prestasi dalam kompetisi robotik dan IT tingkat internasional, serta pernah terlibat dalam Tim IT Asian Games 2018.



Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026