Depok (ANTARA) - Ketua Tim A Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI), Dr. Agustino Zulys menyampaikan kerusakan cekdam yang selama ini menjadi alat pengatur debit air dari hulu ke hilir di wilayah Batipuh Selatan, Sumatera Barat, kepada Gubernur Sumatra Barat, H. Mahyeldi Ansharullah.

"Hal besar lainnya adalah ditemukannya retakan di bukit yang berpotensi menimbulkan kembali bencana di wilayah yang berlokasi di sisi Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar khususnya di Muaro Ambius," kata Agustino dalam keterangannya, Rabu.

Informasi tersebut tim DRRC UI dapatkan dari hasil asesmen awal dengan masyarakat yang kemudian langsung dicek dengan pendampingan dari perwakilan Nagari Guguak Malalo.
 
Setelah mendengar dan melihat foto lokasi terjadinya retakan dan longsor, Gubernur Mahyeldi langsung merespon dengan merencanakan tim geologi dari provinsi untuk melakukan pengecekan lebih lanjut serta melakukan pemetaan untuk penanganan.

Selain retakan, hal serius lain berupa hancurnya check dam (bendungan kecil) Duo Koto, Nagari Guguak Malalo yang memiliki peran besar dalam pengelolaan air dari hilir dan untuk mengurangi risiko terjadinya bencana, khususnya pada kasus galodo di akhir November lalu. 
 
“Khusus untuk di Malalo ada informasi chek dam-nya yang hancur maka dari itu semoga dapat memberi dukungan nantinya dalam rangka untuk membangun kembali. Terima kasih atas dukungan selama ini dan kerja sama ke depan adalah suatu hal yang sangat kita harapkan karena tugas berat kita adalah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi ke depannya.” ungkap Gubernur Mahyeldi.
 
Tidak luput gubernur juga mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan dari banyak pihak dalam rangka membantu masyarakat korban bencana atau pun yang terdampak dan sekaligus untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Secara khusus disampaikan untuk Universitas Indonesia bahwa Pemprov Sumatra Barat sedang menyusun RK3P untuk seluruh infrastruktur dan juga perekonomian dan semuanya.

Untuk tercapainya hal tersebut tidak lupa mengharapkan dukungan dari pihak perguruan tinggi kemudian dari NGO baik dalam dan luar negeri dalam rangka untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi ini.

Satu hari sebelum bertemu dengan gubernur tim DRRC UI berdiskusi dengan Direktur Politeknik Negeri Padang (PNP), Ir. Revalin Herdianto terkait apa yang dilihat dan data yang didapat.

Mengingat kampus tersebut merupakan house institusi dalam melakukan respon bencana di Sumatra Barat khususnya di wilayah Guguak Malalo yang merupakan bagian dari Kecamatan Batipuh Selatan.
 
Sebelum melakukan assesment dan pendataan visual, DRRC UI pada 17 Desember 2025 menyalurkan donasi sembako, pakaian perlengkapan ibu dan anak, obat-obatan, serta perlengkapan pertukangan untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang.

Kemudian beberapa hari selanjutnya tim berfokus di Kecamatan Batipuh Selatan dengan titik sentral di Puskesmas Batipuh Selatan. Mengingat tempat tersebut merupakan salah satu area dapur umum dan pengungsian penyintas.
 
Tim DRRC UI melihat satu fenomena yang membanggakan sekaligus terkagum. Pasalnya warga di daerah tersebut seolah sudah siap dengan potensi bencana yang mengancam kampung halamannya tersebut.

Misalnya pada saat terjadi hujan yang terus menerus, perwakilan warga yang tergabung dalam Satgas Bencana Nagari mengecek ke beberapa hulu sungai yang ada.

Sehingga ketika melihat potensi bahaya langsung mengarahkan masyarakat untuk mengungsi. Ada yang mengungsi ke sarana ibadah, sekolah, puskesmas hingga ke rumah keluarga yang dinilai aman.
 
Ketika bencana sudah menerjang, kerusakan infrastruktur terjadi dan akses putus mereka tidak kehilangan jalan keluar.

Misalnya untuk memasok bantuan mereka menggunakan akses perairan Danau Singkarak. Secara sukarela warga dan pemerintahan Kabupaten Tanah Datar saling bahu membahu.

Masyarakat yang memiliki perahu menyerahkan alat transportasi tersebut untuk digunakan evakuasi dan pendistribusian.

Adapun bahan bakarnya didapat dari bantuan pemkab. Sementara tiga wilayah yang didatangi tim DRRC UI meliputi Nagari Guguak Malalo, Nagari Padang Laweh, dan Nagari Sumpur yang semuanya berada di Kecamatan Batipuh Selatan.
 
Setelah melakukan asesmen dan menjalin komunikasi dengan perguruan tinggi serta unsur pemerintahan setempat dalam waktu dekat DRRC UI akan mengirim dan memasang infrastruktur yang dibutuhkan.

Misalnya saja alat penyaring air (RO) dan akses internet untuk masyarakat. Pelaksanaannya sendiri direncakanan akan dilakukan pada penghujung Desember 2025.




Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026