Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggalakkan Gerakan Rehabilitasi dan Penghijauan Hutan, dengan menanam 10.000 pohon serentak di sembilan kecamatan dataran tinggi Kabupaten Gowa.  

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang di Gowa, Minggu mengatakan, kegiatan itu menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pegunungan di Kabupaten Gowa dan Sulawesi Selatan secara umum. 

“Gowa memiliki wilayah pegunungan yang sangat terkenal seperti Gunung Bawakaraeng, Lompo Battang yang juga sebagian di wilayah Gowa. Gunung besar ini harus kita pelihara bersama, kejadian bencana di Sumatera menjadi pelajaran penting bagi kita agar tidak terjadi hal serupa di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Baca juga: PLN UID Kalselteng perkuat penghijauan di kawasan Tahura Sultan Adam

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan penghijauan dari sekarang, bukan setelah bencana terjadi. Menurutnya, langkah yang dilakukan melalui penanaman pohon dapat meminimalisir risiko bencana alam seperti banjir dan longsor yang berpotensi terjadi di wilayah Sulsel.

“Ayo sama-sama kita hijaukan gunung kita. Jangan menunggu bencana baru bertindak. Dengan penghijauan, kita bisa mencegah banjir, longsor dan krisis air di masa depan,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengajak para aktivis lingkungan, pecinta alam, serta masyarakat luas untuk membersamai pemerintah dalam gerakan ini, karena manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.

Baca juga: LKBN ANTARA dan DPR RI tanam 500 bibit buah di Rembang Jateng

“Kami mengimbau para pendaki gunung wajib membawa bibit tanaman untuk ditanam, sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya pelestarian lingkungan,” tuturnya.

Bupati Talenrang menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Kehutanan yang telah memfasilitasi penyediaan bibit pohon untuk ditanam di sembilan dataran tinggi di Kabupaten Gowa.

“Jika kita laksanakan bersama, saya yakin bukan hanya sumber daya alam yang terjaga, tetapi masa depan anak cucu kita juga ikut terlindungi,” jelasnya.

Baca juga: Kalla Land komitmen peduli pelestarian lingkungan dan keberlanjutan

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari ASN, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, komunitas pecinta alam, hingga dunia usaha.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan fungsi ekologis dan sosial lahan yang rusak, menjaga stabilitas tanah guna mencegah erosi, dan memperbaiki kualitas air.

Selain itu, penanaman pohon juga untuk meningkatkan keanekaragaman hayati, menyerap karbon untuk mengurangi pemanasan global, serta memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sumber daya alam.

“Penanaman dilakukan di sembilan dataran tinggi dengan total 10 ribu pohon pada luas area sekitar 15 hektare,” ucapnya.

 



Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor : M Rasyid Khair Munawar

COPYRIGHT © ANTARA 2026