Jakarta (ANTARA) - Yayasan Indonesia Siap Bergerak menyelenggarakan kegiatan sosial CLAYTA: Clay dan Cerita di Asrama Asuh Yatim dan Dhuafa Beji, Depok. Kegiatan ini melibatkan anak panti, sebagai bagian dari pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh mahasiswa di bawah naungan Yayasan Indonesia Siap Bergerak, dengan dukungan Klinik Digital, Jejak Baik, dan Program Studi Administrasi Perkantoran Vokasi UI, sebagai mitra strategis.
Program CLAYTA menghadirkan media clay sebagai sarana ekspresi kreatif untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan harapan masa depan anak-anak. Melalui pendekatan bermain yang terstruktur, anak-anak tidak hanya berkreasi, tetapi juga diberi ruang aman untuk menuangkan imajinasi, mimpi, dan cita-cita ke dalam bentuk nyata. Clay diposisikan sebagai simbol bahwa setiap mimpi dapat dibentuk, diolah, dan diwujudkan melalui proses serta ketekunan.
Ketua Yayasan Indonesia Siap Bergerak, Mila Viendyasari dalam keterangannya, Minggu, menegaskan bahwa CLAYTA dirancang berdasarkan pertimbangan ilmiah mengenai perkembangan anak.
“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dan rasa percaya diri anak berkembang optimal ketika mereka terlibat dalam aktivitas bermain yang konkret dan berbasis pengalaman langsung. Melalui CLAYTA, anak-anak diberi ruang untuk membentuk ide dan harapannya sendiri, sehingga proses kreatif ini sekaligus memperkuat kepercayaan diri sejak dini,” ujar Mila Viendyasari.
Mengusung tema “Bentuk Mimpi, Wujudkan Kreativitas”, anak-anak membuat karya clay sesuai impian mereka, mulai dari profesi yang diidamkan, tempat yang ingin dikunjungi, hingga tokoh yang menginspirasi, lalu menceritakan makna di balik karya tersebut. Ketua Pelaksana, Ridha Fatihah, menegaskan:
“Clay bukan hanya sekadar mainan, tetapi sarana komunikasi penuh makna. Anak-anak bisa bebas berekspresi, dan dari situ kita melihat betapa besar harapan yang mereka miliki.”
Sebagai mitra literasi dan komunikasi edukatif, Peneliti Klinik Digital menekankan pentingnya media yang mendorong ekspresi aktif anak. Rienzy Kholifatur menyampaikan:
“Penelitian menunjukkan bahwa media lentur dan mudah dibentuk seperti clay membantu anak mengembangkan imajinasi, keberanian berekspresi, dan kemampuan komunikasi. Ketika anak mewujudkan gagasannya menjadi karya lalu menceritakannya, proses tersebut berkontribusi langsung pada pembentukan kepercayaan diri.”
Dimensi psikososial kegiatan ini diperkuat oleh Founder Jejak Baik, Putie Hikari menegaskan pentingnya CLAYTA dalam konteks pembentukan harga diri anak.
“Penelitian menunjukkan bahwa harga diri (self-esteem) mulai terbentuk sejak usia dini dan sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa kanak-kanak. Anak dengan harga diri yang baik cenderung memiliki interaksi sosial dan regulasi emosi yang lebih sehat, sementara harga diri yang rendah berkaitan dengan risiko kecemasan dan kesulitan sosial. Kegiatan CLAYTA membantu anak-anak membangun rasa percaya diri melalui proses bermain kreatif, membuat clay, menceritakan karya, dan mengekspresikan cita-cita mereka secara aman dan positif,” ungkap Putie Hikari.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak penuh keceriaan. Anak-anak antusias membentuk clay menjadi beragam karya sesuai impian mereka. Kegiatan ini diperkaya dengan sesi Pohon Harapan, di mana anak-anak menuliskan cita-cita pada kertas berbentuk daun hati dan menempelkannya pada pohon buatan panitia sebagai simbol kolektif optimisme.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan bingkisan dan kit kreativitas agar semangat dan kreativitas anak-anak terus berkembang. Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi relawan, donatur, serta dukungan berbagai pihak.
Panitia inti kegiatan terdiri dari Ridha Fatihah, Muhammad Naufal Anas Zhahir, Zunityarani Nerrissa Fadhlin, Windi Nabiela Karpinsky, Anisa Fauziah Elkautsar, dan Nadya Diviandini, yang bekerja sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
Pihak Asrama Asuh Yatim dan Dhuafa Beji menyampaikan apresiasi dan berharap program serupa dapat berkelanjutan. Mereka menilai CLAYTA bukan sekadar aktivitas kreatif, tetapi wadah penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, mengasah imajinasi, serta membantu anak menyuarakan harapan tentang masa depan.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.