Jakarta (ANTARA) - Pabrik garmen yang kini dipimpin oleh Wong Hang Bersaudara resmi kembali beroperasi di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Pengoperasian ulang pabrik ini mengusung tema “Menjahit Harapan Kembali”, yang dimaknai sebagai kembalinya harapan para pekerja yang sempat terputus dan akhirnya kembali berjalan beroperasi.
Momentum ini sekaligus menegaskan peran investor nasional dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Salah satu pemilik Wong Hang Bersaudara, Alfindra Amanda, dalam keterangannya, Sabtu menjelaskan bahwa visi dan misi perusahaan selaras dengan visi pemerintah.
“Visi dan misi kami sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, yakni membuka lapangan kerja, memperkuat produksi dalam negeri, membangun kemandirian bangsa, mengindonesiakan produk-produk lokal, serta membawa produk asli Indonesia ke mata dunia,” kata Alfindra.
Saat ini, pabrik tersebut telah menyerap 1.300 karyawan yang merupakan warga lokal, dengan target mencapai 1.500 karyawan pada penutupan tahun 2025.
Selain pabrik garmen, Wong Hang Bersaudara juga memiliki beragam unit usaha yang mencakup pabrik sepatu, konstruksi dan mebel, MEP & K3, serta IT dan advertising.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menekankan bahwa institusi Polri memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal garis kebijakan Presiden untuk menyejahterakan masyarakat dan buruh.
Ia menyoroti pentingnya ketersediaan logistik dasar, seperti pakaian dan sepatu, bagi personel yang bertugas di lapangan.
“Keberadaan industri garmen domestik seperti Wong Hang Bersaudara sangat penting untuk memastikan kebutuhan dasar operasional, mulai dari baju hingga sepatu, dapat terpenuhi dengan cepat tanpa kendala logistik yang berarti,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa investasi merupakan prioritas utama di wilayah Jawa Tengah.
“Untuk mendukung iklim investasi yang kondusif, kami menjamin keamanan penuh dengan memastikan tidak adanya praktik premanisme serta memberikan kemudahan perizinan melalui sistem satu pintu (one gate system) guna menghilangkan birokrasi yang berbelit-belit,” kata Ahmad Luthfi.
Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut telah membuahkan hasil, dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tercatat mencapai 5,37 persen, melampaui rata-rata nasional.
“Fokus utama pemerintah provinsi adalah mendorong industri padat karya guna menyerap tenaga kerja secara masif, serta memperkuat peran sekolah vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dan siap bekerja di pabrik-pabrik seperti milik Wong Hang Bersaudara,” ujarnya.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.