Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara yang kehilangan tempat tinggal.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pembangunan huntara menjadi bagian penting dalam penanganan pengungsi yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga hilang.
Data BNPB mencatat total rumah rusak di Provinsi Sumatera Utara mencapai 28.708 unit, dengan 5.158 unit di antaranya masuk kategori rusak berat dan 1.068 unit dilaporkan hilang atau hanyut terbawa banjir.
Kabupaten Langkat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak, yakni 11.273 unit, disusul Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 6.481 unit dan Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 4.624 unit.
Sebagai langkah awal, menurut Abdul, pembangunan 102 unit huntara sudah dimulai di Kabupaten Tapanuli Utara sejak Sabtu (13/12) untuk menampung warga terdampak yang belum dapat kembali ke rumahnya.
Baca juga: Presiden Prabowo perintahkan hunian sementara di Sumatera segera rampung
Baca juga: Presiden setuju Rp60 juta per rumah untuk ganti hunian pengungsi yang rusak
