Jakarta (ANTARA) - PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menerapkan inisiatif lingkungan yang mendukung target Net Zero Emission (NZE) dan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui berbagai program strategis.
Direktur Astra Agro Tingning Sukowignjo mengatakan perusahaan menjalankan prinsip keberlanjutan melalui kebijakan nol-deforestasi serta melakukan konservasi pada lahan gambut.
"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola, menghormati hak asasi manusia, sekaligus menjaga keseimbangan antara bisnis dan ekosistem sekitar operasional," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Astra Agro Lestari siap tingkatkan produktivitas tanaman sawit tanpa perluasan lahan
Baca juga: Astra Agro antisipasi titik api
Pada kebijakan nol deforestasi, Astra Agro memiliki tiga pokok utama. Pertama, tidak ada pembangunan di hutan Stok Karbon Tinggi (SKT). Kedua, tidak ada pembangunan di area dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Ketiga, tidak melakukan pembakaran dan keempat mengurangi emisi GRK di perkebunan.
Astra Agro sendiri baru-baru ini mendapatkan penghargaan Indeks Integritas Bisnis Lestari (INSTAR) 2025 atas komitmen perusahaan dalam menjaga tata kelola yang baik serta prinsip keberlanjutan yang telah menjadi DNA bisnis perusahaan sawit tersebut.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Tempo Data Science bersama dengan Transparency International Indonesia (TII) dan Institute for Strategic Initiatives (ISI).
