Depok (ANTARA) - Tim Nursing First Aid (NuFA) dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bersama dengan Klaster Climate Change dari Nursing Planetary Health & Sustainable Care turut memperkuat pemahaman dan kemampuan warga di Cakung, Jakarta Timur, lewat rangkaian Program “Cagar” (Cakung Siap Beraksi).
Ketua Klaster Riset FIK UI Suryane Sulistiana Susanti di Depok, Selasa menekankan bahwa keterampilan pertolongan pertama adalah kompetensi dasar yang seharusnya dimiliki setiap warga.
“Kemampuan memberikan first aid bukan hanya milik tenaga kesehatan. Ini adalah pengetahuan hidup yang harus dimiliki semua orang, karena sering kali masyarakatlah yang hadir pertama kali dalam situasi gawat darurat,” kata Lilis.
Pelatihan berfokus pada pelatihan pemberian pertolongan pertama yang mendasar terhadap warga, kader kesehatan, dan karang taruna.
Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari intervensi edukatif yang sebelumnya diberikan oleh FIK UI terkait kesehatan lingkungan, kesiapsiagaan anak, dan perilaku hidup bersih.
Lewat pendekatan bertahap tersebut, FIA UI berharap masyarakat dapat membangun kapasitas keselamatan secara komprehensif, mulai dari pencegahan hingga penanganan darurat.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapat pembekalan mengenai bantuan hidup dasar, penanganan penurunan kesadaran, tata laksana cedera dan patah tulang, serta penggunaan alat dan obat dalam kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
Penyampaian materi dilakukan oleh tim NuFA FIK UI yakni dengan simulasi langsung yang mudah dipahami oleh seluruh kelompok usia.
Dalam kegiatan itu, para kader kesehatan dan anggota karang taruna mempraktikkan berbagai teknik yang diajarkan serta berdiskusi mengenai situasi darurat yang kerap terjadi di komunitas mereka.
Hal itu mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap keterampilan praktis yang mudah diterapkan dan berdampak langsung pada keselamatan warga.
Kepala Seksi Kesejahteraan Kelurahan Rawa Terate, Cakung Masayu Indriati, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Dia menegaskan bahwa keberlanjutan Program Cagar memberikan perubahan positif dalam kesiapan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama.
“Program seperti ini membuat warga kami lebih siap dan percaya diri menghadapi keadaan darurat. Harapannya, kolaborasi seperti ini bisa terus berjalan,” kata Masayu.
Sebagai bagian dari komitmen FIK UI terhadap evidence-based nursing (EBN), pelatihan tersebut dilengkapi dengan pre-test dan post-test.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan dan membuktikan bahwa pelatihan itu membawa dampak nyata dalam kapasitas warga.
Melalui Program Cagar, FIK UI menegaskan perannya sebagai institusi akademik yang tidak hanya menghasilkan ilmu, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan memperkuat keterampilan dasar pertolongan pertama, FIK UI berharap masyarakat Kelurahan Rawa Terate tumbuh menjadi komunitas yang lebih siap, tanggap, dan berdaya dalam menghadapi situasi darurat sehari-hari.
