Bogor (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi pada Selasa (16/12) mencatat ada enam kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dilanda bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan cuaca ekstrem.
"Bencana hidrometeorologi ini dipicu hujan deras yang turun sejak pagi hingga malam. Namun, tidak ada korban jiwa akibat bencana ini," kata Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Selasa.
Adapun enam kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi yakni Kecamatan Jampangtengah, Palabuhanratu, Parungkuda, Warungkiara, Simpenan dan Cikembar.
Untuk Kecamatan Jampangtengah tepatnya di Kampung Tangkil RT 023 dan 025, RW 007, Desa Bantaragung banjir mengakibatkan 10 hektare lahan pertanian terendam sehingga terancam gagal panen.
Di Kecamatan Palabuhanratu tepatnya di Kampung Bagbagan, RT 01/01, Desa Jayanti satu rumah warga ambruk akibat cuaca ekstrem. Untuk korban yang berjumlah satu orang sudah diungsikan ke tempat aman.
Selanjutnya jembatan dengan panjang 160 meter dan lebar satu meter untuk menyeberangi sungai di Kampung Cipanggulaan RT 006/003, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda terputus akibat longsor.
Banjir dan longsor melanda Kampung Cimalaka dan Cipicung, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan. Seperti longsor tebing dengan tinggi 4 meter, lebar 2 meter dan panjang 25 meter menimpa jalan di Kampung Cipicung sehingga akses jalan kendaraan terisolit.
Masih di Kampung Cipicung jembatan putus penghubung antara Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan dengan Kecamatan Warungkiara. Jalan tergerus dan mengalami anjlok setinggi satu meter dengan lebar 2 meter dan mengalami gerusan air dibagian jalan sehingga jalan tidak bisa dilalui kendaraan.
Saluran Irigasi Pasirmalang jebol sepanjang aliran irigasi mengakibatkan lahan pertanian seluas 8 hektare terancam kekeringan.
Kemudian longsor landa lima titik di Kecamatan Warungkiara mengakibatkan akses jalan desa dan kabupaten amblas dan tertutupi material longsoran.
Terakhir bencana pergerakan tanah mengakibatkan satu rumah amblas dan tiga rumah terancam tepatnya di Kampung Cimenteng RT 01/05, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar.
Daeng mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penanggulangan bencana di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya.
