Kabupaten Bogor (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor, Jawa Barat, membongkar jaringan peredaran narkoba lokal yang beroperasi di Tajur Halang, Ciseeng, dan Cilebut Barat melalui tiga laporan kejadian narkotika yang diungkap sepanjang 2025.
Kepala BNNK Bogor Kombes Anggun Cahyono di Cibinong, Kamis, mengatakan pengungkapan tersebut memperlihatkan pola distribusi narkotika yang memanfaatkan permukiman padat dan wilayah perbatasan untuk menghindari pemantauan petugas.
Dalam tiga laporan kasus narkotika (LKN) itu, petugas menyita barang bukti berupa ganja dengan total lebih dari 2.014 gram, sabu, serta beberapa unit telepon genggam yang digunakan tersangka.
Baca juga: BNNK perkirakan sekitar 100.000 warga Bogor terpapar narkoba
Baca juga: BNN Bogor sinergi rehabilitasi narkoba lewat bimtek di alam terbuka
“Pengungkapan ini menekan aktivitas jaringan lokal yang memanfaatkan kantong-kantong rawan di Kabupaten Bogor,” kata Anggun.
Salah satu tersangka yang ditangkap merupakan perempuan yang berperan sebagai pengedar sabu di wilayah Ciseeng. Ia ditangkap setelah penyidik menindaklanjuti laporan warga.
Dua dari tiga perkara kini menuju tahap P21 setelah dilakukan koordinasi intensif dengan kejaksaan. Sementara satu perkara telah dinyatakan lengkap.
Baca juga: BNNK Bogor periksa urine pengguna vape usai ungkap peredaran likuid narkoba
BNNK Bogor akan memperketat pemetaan wilayah rawan terutama di sekitar Tajur Halang dan Ciseeng karena beberapa pelaku memanfaatkan wilayah tersebut sebagai lokasi distribusi cepat.
“Kami akan memperluas pemetaan dan operasi, bekerja sama dengan masyarakat untuk menutup ruang gerak jaringan,” ujarnya.
Selain operasi penindakan, BNNK Bogor juga memperkuat sosialisasi di desa-desa rawan untuk menekan permintaan narkotika di tingkat pengguna.
BNNK Bogor meminta masyarakat melaporkan aktivitas peredaran untuk membantu memutus jalur distribusi.(KR-MFS)
