Kota Bogor (ANTARA) - Kepala Badan Investasi dan Bisnis IPB University Dr Indah Yuliasih menanggapi rencana penutupan kios-kios mitra IPB yang berada di lahan milik IPB di Kawasan Babakan Raya, Dramaga, Bogor.
"IPB sepenuhnya menjalankan arahan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Bogor melalui Unit Pelaksana Teknis Penataan Bangunan II," kata Indah sebagaimana informasi yang diperoleh dari IPB University di Bogor, Selasa.
Rencana penutupan kios-kios mitra IPB di Babakan Raya pada awal 2026, yang telah berdiri bertahun-tahun dan banyak membantu dan melayani kebutuhan masyarakat, terutama para mahasiswa IPB, yang tinggal di sekitarnya, diprotes oleh para pedagang.
Indah Yuliasih mengatakan IPB sepenuhnya mengikuti arahan pemerintah setempat yang memiliki yang memiliki kewenangan dalam penataan bangunan dan pemanfaatan ruang.
Pemerintah Kabupaten Bogor menilai sejumlah kios di kawasan Babakan Raya tercatat tidak sesuai dengan ketentuan pemanfaatan ruang, lalu muncul instruksi penataan dan penertiban bangunan, yang ditindaklanjuti oleh IPB University sebagai pemilik lahan.
Di tengah proses penataan, sejumlah mahasiswa yang tinggal di sekitar Babakan Raya menyampaikan kekhawatiran terhadap akses warung makan, terutama saat malam hari.
Menanggapi hal tersebut, Dr Indah menyebut bahwa IPB University memahami kebutuhan mahasiswa.
Indah Yuliasih mengatakan IPB tidak bisa merelokasi pedagang ke dalam kawasan kampus karena pertimbangan keamanan dan pengendalian aktivitas malam hari.
Ia mengatakan proses pencarian solusi saat ini masih berada pada tahap diskusi perencanaan. Berbagai opsi tengah dikaji, mulai dari lokasi, skema pendanaan, jadwal pembangunan, hingga penentuan waktu relokasi yang paling memungkinkan.
"Seluruh tahapan ini memerlukan pembahasan mendalam dan koordinasi berlapis, mengingat keputusan yang diambil akan berdampak langsung pada keberlangsungan kegiatan dan layanan di lapangan," katanya.
Indah menegaskan bahwa IPB University berkomitmen mendampingi transisi ini dan terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa serta pedagang agar kebutuhan bersama dapat diakomodasi secara proporsional.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah, IPB University, mahasiswa, dan pedagang menjadi kunci agar penataan kawasan Babakan Raya menghasilkan manfaat jangka panjang bagi lingkungan kampus dan warga sekitar.
Baca juga: BPRS IPB pandang komunitas ekonomi syariah sebagai mitra strategis BPJAMSOSTEK
Baca juga: IPB berikan apresiasi kepada 372 perusahaan mitra dan pemberi beasiswa
