Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat membuka dapur umum selama sekitar dua pekan ke depan untuk memperkuat langkah tanggap darurat bencana banjir di sekitar Desa Karangligar, kabupaten setempat.
"Dapur umum ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan makan warga yang terdampak banjir," kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh saat meninjau pengoperasian dapur umum di Desa Karangligar, Karawang, Senin.
Ia menyampaikan pengoperasian dapur umum merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Selain atas swadaya masyarakat setempat, Pemkab Karawang juga menyalurkan bantuan logistik melalui Dinas Sosial Karawang serta melibatkan berbagai pihak, seperti unsur kepolisian, TNI dan lembaga terkait lainnya.
Baca juga: Banjir merendam ratusan rumah di sejumlah daerah Karawang
“Lokasi dapur umum telah ditetapkan di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat untuk 14 hari. Ini merupakan hasil rapat koordinasi bersama Forkopimda yang dihadiri jajaran kepolisian, kejaksaan, dan TNI," katanya.
Menurut dia, penyelesaian banjir Karangligar tidak dapat dilakukan secara instan. Penanganannya dilakukan secara bertahap.
Pada 2025, sejumlah pekerjaan pengendalian banjir mulai dikerjakan, sementara pembangunan lanjutan akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pada 2026.
Sementara untuk kebutuhan harian, dapur umum telah menyalurkan 500 paket makanan pada pagi hari dan kembali membagikan bantuan pada siang hari.
Baca juga: Banjir landa ratusan rumah di Karawang
Sehari sebelumnya, distribusi bantuan makanan mencapai sekitar 800 paket. Bantuan tambahan juga datang dari Polres Karawang, Kodim, Ketua DPRD Karawang, serta Kejaksaan Negeri.
Hingga saat ini, genangan air di sekitar Desa Karangligar masih terjadi , tapi ketinggian air mulai menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, banjir di sekitar Desa Karangligar merendam 166 rumah yang dihuni 554 jiwa. Sebagian besar warga terdampak kini mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Banjir di sekitar Desa Karangligar terjadi akibat meluapnya dua sungai besar, yakni Citarum dan Cibeet menyusul tingginya curah hujan di daerah itu.
