Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengunjungi korban banjir rob di Muaragembong untuk menyalurkan bantuan darurat sekaligus meninjau infrastruktur berikut dampak musibah yang kerap melanda wilayah pesisir utara tersebut.
"Kunjungan saya ke Kecamatan Muaragembong untuk meninjau sarana prasarana, pembangunan, jalan lingkungan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan serta aliran sungai, termasuk Sungai Citarum. Kami ingin memastikan semua bersih, berfungsi dan lestari," kata Ade di lokasi, Jumat malam.
Ia menyatakan kunjungan ini juga bertujuan untuk memahami persoalan yang dihadapi warga, terutama terkait banjir rob mengingat musibah ini menjadi fenomena alam rutin terjadi setiap tahun dan berdampak pada seluruh desa di wilayah Kecamatan Muaragembong.
"Rob itu memang alam. Pemasangan tanggul di Priok saja jebol. Anggaran APBD kita tidak akan mampu menangani sepenuhnya. Itu sebabnya saya datang untuk mendapatkan gambaran secara langsung," katanya.
Baca juga: Banjir rob rendam permukiman warga di Muaragembong Bekasi
Ia mengaku telah menginstruksikan camat setempat untuk memantau situasi secara intensif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi juga disiagakan menghadapi potensi dampak musibah akibat pasang air laut itu.
"BPBD kita siap siaga menghadapi bencana atau hal-hal yang bersifat urgensi akibat rob," katanya.
Bupati mengaku keterbatasan anggaran menjadi kendala, namun pihaknya tetap berkomitmen mencari solusi jangka panjang melalui koordinasi dengan berbagai pihak demi menekan risiko rob sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur di Muaragembong.
Banjir rob akibat pasang Laut Jawa kembali menggenangi lima desa sejak Senin (1/12/2025) dengan ketinggian bervariasi mulai 30 sentimeter hingga satu meter. Desa Pantai Bahagia tercatat sebagai wilayah terdampak terparah.
Baca juga: Forkopimda Kabupaten Bekasi serahkan bantuan logistik korban rob Muaragembong
Ribuan rumah, termasuk lahan tambak, akses jalan serta fasilitas publik turut terendam hingga berdampak pada aktivitas perekonomian masyarakat setempat nyaris lumpuh.
Camat Muaragembong Sukarmawan menjelaskan sedikitnya ada 14.000 jiwa di lima desa berstatus terdampak banjir rob. Genangan air laut itu turut merendam ribuan hektare tambak milik warga.
Pihaknya terus berupaya meminta pertolongan kepada pemerintah daerah, PMI, BPBD maupun relawan meski belum semua warga menerima bantuan dimaksud.
Ia berharap pemerintah pusat mempercepat proyek pembangunan tembok raksasa atau giant seawall untuk menahan pasang air laut sekaligus meminimalisasi dampak banjir rob di wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong.
"Kami sangat berharap agar rencana pembangunan giant seawall segera direalisasikan agar banjir rob tidak terus berulang. Warga kini masih menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah," kata dia.
