Depok (ANTARA) - Program Studi (Prodi) Magister Terapan Industri Kreatif Vokasi Universitas Indonesia (UI) merancang Creative Industry for Sustainability Movement Convention (COSMIC) sebagai ruang implementasi pembelajaran praktik yang menekankan kreativitas, inovasi, dan tanggung jawab lingkungan yang berkelanjutan.
Salah satu rangkaian utama COSMIC adalah sesi temu wicara yang menghadirkan Reza Hasfinanda, seorang pendiri dan CEO Plustik, perusahaan kreatif yang memproduksi econbrik dari limbah plastik.
Di Kampus Vokasi UI Depok, Kamis, Reza membagikan pengalaman dan pandangannya tentang bagaimana daur ulang dapat menjadi solusi konkret dalam mengurangi real waste, sekaligus membuka peluang industri kreatif berbasis material berkelanjutan.
Baca juga: UI umumkan 9 nama dekan dan direktur vokasi UI
“Daur ulang bukan hanya tentang mengolah sampah, tetapi juga tentang mengubah pola pikir kita terhadap material. Ketika kreativitas bertemu keberlanjutan, di situlah masa depan industri kreatif Indonesia bisa berkembang pesat,” ucapnya.
UI juga menggelar pameran bertema "Weaving Creativity for Sustainable Future", yang diinisiasi sebagai bentuk implementasi pembelajaran praktik, sekaligus kontribusi nyata terhadap pengembangan industri kreatif yang ramah lingkungan.
Berlokasi di Taman Literasi Vokasi UI, COSMIC hadir sebagai ruang apresiasi karya kreatif yang mengintegrasikan isu lingkungan, inovasi, dan ekspresi artistik dalam suatu ekosistem.
Baca juga: Seleksi calon dekan dan direktur vokasi UI periode 2025--2029 masuki tahap akhir
Pada pameran tersebut para pengunjung disuguhi beragam karya mahasiswa Vokasi UI, mulai dari desain, fotografi, instalasi seni, hingga produk kerajinan tangan.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah bantal kucing dengan ekor rempah berbahan kunyit, jinten, dan jahe. Karya itu lahir dari keresahan pencipta terhadap generasi muda yang semakin jauh dari bahan-bahan alami Indonesia, sekaligus sebagai upaya menghidupkan kembali kedekatan tersebut melalui pendekatan kreatif.
Laporan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif berkontribusi lebih dari Rp1.300 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2024. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan pada subsektor desain, media, serta produk berbasis inovasi.
Baca juga: Mahasiswa vokasi UI berhasil raih juara ketiga nasional kompetisi credit officer 2025
Industri kreatif kini menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Selain itu isu lingkungan global juga terus mendorong transformasi industri.
Data dari United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat bahwa dunia menghasilkan lebih dari 400 juta ton limbah plastik setiap tahun. Indonesia masih berada di posisi sebagai salah satu produsen limbah plastik terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Hal itu membuka ruang bagi inovasi material alternatif, desain berkelanjutan, serta praktik produksi kreatif yang lebih bertanggung jawab.
