Kabupaten Sukabumi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis juara Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya, berkaitan dengan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember.
"Kami berharap P2WKSS kali ini tidak hanya meraih juara tiga, tetapi dapat naik peringkat menjadi juara satu," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryawan dalam keterangan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi di Sukabumi, Provinsi Jabar, Rabu,
Juara pertama P2WKSS pada 2024 adalah Pemerintah Kota Cimahi, juara kedua Kota Depok, dan juara ketiga Kabupaten Sukabumi.
Tim penilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan verifikasi akhir secara daring kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Selasa (2/12), diikuti Wakil Bupati Sukabumi Andreas dan Sekretaris Daerah Ade Suryawan beserta Tim Penggerak PKK dan jajaran pemerintahan kabupaten setempat.
Baca juga: Pemkab Bekasi fasilitasi pelatihan kelompok P2WKSS keanekaragaman olahan pangan
Tim pemantau Provinsi Jawa Barat juga mendatangi lokasi percontohan P2WKSS di Kampung Ciburial, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, baru-baru ini.
Ade menjelaskan lokasi P2WKSS di Kecamatan Gunungguruh telah melalui seleksi ketat sejak November 2024 dan ditetapkan melalui keputusan bupati.
Ia menegaskan pelaksanaan program tersebut mengedepankan kolaborasi pentahelix untuk memperkuat efektivitas pemberdayaan masyarakat.
Kampung Ciburial menjadi salah satu andalan kampung wisata bagi Kabupaten Sukabumi.
Selain pantai yang mempesona, di tempat tersebut juga terdapat sumber mata air Ciburial, wisata Karang Papak, gua-gua eksotik, juga berkembang aneka kerajinan rumahan serta industri kreatif lainnya dengan kekayaan produk pangan.
Baca juga: Pemkab Bogor jadikan P2WKSS momentum perbaiki kualitas hidup masyarakat
Program P2WKSS Kabupaten Sukabumi dikembangkan di kampung tersebut, kini dalam penilaian tim dari Pemprov Jabar, mencakup keselarasan dan kolaborasi antara pesona alam di kampung tersebut dengan program-program pemberdayaan masyarakat, termasuk dari kalangan perempuan di daerah tersebut.
Kegiatan P2WKSS menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengintegrasikan pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi kreatif, dan potensi wisata lokal menuju desa mandiri dan berdaya saing. Pengembangan wisata di lokasi P2WKSS sejalan dengan semangat penguatan ekosistem kepariwisataan berbasis keluarga dan peran perempuan.
Bulan lalu, di Kampung Ciburial berlangsung Festival di Ciburial, berisi aneka gelaran seni dan budaya, festival liwet, pameran UMKM desa, hingga gebyar pelayanan publik, permainan anak-anak termasuk lomba mewarnai, sehingga tergambarkan momentum penguatan industri pariwisata melalui potensi desa wisata penggerak kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Kampung Bojong wakili Kota Bogor di Lomba P2WKSS Jawa Barat
Wakil Bupati Sukabumi Andreas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan Program P2WKSS.
Ia menyebutkan Kampung Ciburial dipilih sebagai lokus P2WKSS karena dinilai membutuhkan penguatan pembangunan dan pemberdayaan, serta memiliki potensi pariwisata, ketersediaan pangan, dan sumber daya manusia.
"Melalui kolaborasi pentahelix, program ini tidak boleh berhenti pada seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan peran perempuan dan lingkungan sekitar," katanya.
Ia berharap, tim evaluasi akhir Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan rekomendasi terbaik dan membawa semangat bagi pembangunan berkelanjutan, sebagai upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.
P2WKSS
