Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memberikan bantuan eskavator kepada desa-desa yang memiliki lahan produktif perikanan dan pertanian untuk memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan dan mencegah alih fungsi lahan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Selasa, mengatakan bantuan tersebut menjadi langkah strategis yang memungkinkan kelompok tani dan pembudidaya ikan melakukan normalisasi saluran irigasi yang rusak tanpa harus menunggu proses birokrasi panjang.
“Amanah Ketua DPRD Kabupaten Bogor, ini bukan hanya memberikan bantuan memperbaiki kolam, tetapi diberikan ekskavator untuk memastikan bahwa kolam di desa tersebut harus tetap menjadi kolam. Tidak boleh menjadi perumahan,” ujar Rudy.
Ia menyebut program ini sekaligus memastikan lahan produktif di sektor perikanan dan pertanian tidak beralih fungsi, terutama lahan di Desa Babakan dan Ciseeng sebagai sentra perikanan, serta lahan pertanian di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang.
Rudy menegaskan, kemandirian desa dalam melakukan normalisasi saluran air menjadi kunci menjaga produktivitas. “Saluran air yang perlu dinormalisasi, tidak usah menunggu pemerintah atau kepala desanya turun. Lakukan normalisasi,” tegasnya.
Program eskavator desa ini juga dikaitkan dengan upaya Pemkab Bogor mendukung ketahanan pangan nasional dalam kerangka Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Ini wujud komitmen kami terhadap perikanan, peternakan, dan pertanian, yang merupakan potensi penting dan wajib kita jaga bersama,” kata dia.
Rudy menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang menginisiasi program tersebut saat pembahasan APBD perubahan Tahun Anggaran 2025, serta jajaran perangkat daerah yang memfasilitasi pelaksanaannya.
Ia optimistis langkah tersebut dapat memperkuat kontribusi Kabupaten Bogor terhadap target regional, khususnya swasembada ikan dan swasembada pangan.
