Depok (ANTARA) - Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menggandeng pemuka agama untuk mengatasi stunting di Depok melalui “Penguatan Peran Pemuka Agama sebagai Agen Perubahan dalam Peningkatan Literasi Stunting.
Pengabdian Masyarakat (Pengmas) diikuti oleh 29 pemuka agama dari berbagai tempat ibadah di Kelurahan Mampang. Kegiatan pemberdayaan itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuka agama sebagai panutan masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan, terutama terkait pemahaman tentang stunting dan gizi seimbang pada keluarga.
Ketua tim Pengmas UI Dr Asih Setiarini di Depok, Selasa, mengatakan peningkatan pemahaman mengenai stunting pada balita bagi para pemuka agama menjadi penting, karena pengetahuan tersebut dapat dijadikan materi dalam ceramah keagamaan dan diteruskan kepada masyarakat secara lebih luas.
Baca juga: Komitmen Universitas Indonesia dalam wujudkan kampus inklusif
Baca juga: FKM UI raih juara dua APRU Global Health Conference 2025 di Malaysia
Selain itu, lanjut Asih, pentingnya penerapan gizi seimbang dalam keluarga dapat menjadi langkah kunci untuk mencegah stunting, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, dimana kebutuhan gizi anak harus dipenuhi secara optimal.
Ketua MUI Kelurahan Mampang, Kota Depok Ustadz Jayudi memberikan tanggapan mengenai pentingnya edukasi gizi terkait stunting bagi masyarakat.
“Edukasi gizi memiliki peranan penting dalam mencegah stunting, terutama bagi para orang tua agar memahami pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun," ujarnya.
Jayudi menegaskan bahwa tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada jamaah sebagai bagian dari dakwah.
Ia mengapresiasi kegiatan Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat tersebut, karena memberikan wawasan baru mengenai stunting dan gizi seimbang.
Baca juga: Mahasiswa FKM UI meraih juara pertama pada The 4TH IPHO 2025
Jayudi juga berkomitmen akan meneruskan informasi itu kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Kegiatan itu disambut baik oleh masyarakat.
Lurah Mampang, Darmawansyah menjelaskan bahwa Pemkot Depok setiap tahun menjalankan program penurunan stunting sesuai amanat pemerintah pusat. Dengan demikian, pengabdian masyarakat dari UI itu menjadi bagian penting.
Menurut Darmawan, keterlibatan tokoh agama merupakan langkah inovatif, karena mereka dapat menjadi penyebar pesan gizi yang efektif kepada jamaah, sehingga mendorong penanganan stunting lebih luas.
Darmawan berharap kegiatan semacam itu dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi mewujudkan generasi muda yang sehat dan berdaya saing.
