Sampit (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, gencar mengajak masyarakat untuk peduli membantu penanganan sampah dimulai dengan memilah sampah sebelum dibuang ke depo sampah.
Kepala DLH Kotim Marjuki di Sampit, Selasa, mengatakan, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber di aula kantor Kecamatan Baamang menyasar perwakilan kecamatan, kelurahan, hingga ketua RT, ketua RW maupun komunitas pengangkut sampah perumahan yang tergabung dalam Pedrosa.
"Minimal memilah sampah organik dan nonorganik, sehingga nantinya sampah yang kita angkut dan buang ke TPA (tempat pemrosesan akhir) sampah hanya berupa residu yang memang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Maksimal tersisa sekitar 10 persen sampah yang kita angkut ke TPA," katanya.
Baca juga: Kotawaringin Timur benahi sistem pengangkutan optimalkan pengelolaan sampah
Marjuki menegaskan, setiap penduduk sejak lahir sudah menghasilkan sampah. Oleh karena itu, sudah seharusnya setiap orang ikut peduli dan mempunyai tanggung jawab moral untuk menangani sampah, khususnya di lingkungan masing-masing.
Berdasarkan jumlah penduduk, sampah rumah tangga yang dihasilkan di Kotawaringin Timur diestimasikan 245 ton setiap harinya, termasuk di Kecamatan Baamang yang diperkirakan menghasilkan 41 ton sampah per hari. Setiap orang diperkirakan menghasilkan rata-rata 0,45 kilogram sampah setiap hari.
