Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan meluncurkan mesin dari Quantoom sebagai upaya menggencarkan inovasi menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) dalam pengembangan vaksin serta produk-produk biologi, guna meningkatkan ketahanan kesehatan nasional.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalucia mengatakan di Jakarta, Selasa, bahwa teknologi mRNA merupakan pondasi yang penting dalam penguatan persiapan dalam menghadapi pandemi, mengingat pentingnya produksi vaksin dalam jumlah yang banyak secara cepat.
Oleh karena itu, katanya, penguasaan teknologi mRNA adalah komponen strategis dalam membangun kesehatan nasional, yang sekaligus mendukung pilar ketiga transformasi kesehatan, yakni ketahanan di bidang farmasi dan alat kesehatan.
"Penyiapan infrastruktur riset ini dan manufakturing penting untuk membangun kesiapsiagaan kita. Dan tentunya tidak bisa dilakukan sendiri Ini harus dilakukan secara bekerja sama terintegrasi," katanya.
Baca juga: Surabaya raih dua penghargaan tertinggi dari Kemenkes kota sehat Nasional
Baca juga: Kemenkes intensifkan pemeriksaan mata untuk anak sekolah
Rizka menyebutkan bahwa selama pengembangan teknologi mRNA ini, Indonesia mendapat banyak dukungan dari organisasi global, mulai dari untuk mendapatkan lisensi, transfer teknologi, bantuan pembiayaan, hingga penelitian.
"Harapannya ke depannya selain untuk ketahanan di dalam negeri, kita juga dapat berkontribusi di tatanan global dalam penyediaan vaksin dan perbekalan kesehatan, yang khususnya dengan teknologi-teknologi yang baru," dia menambahkan.
Dia menjelaskan bahwa 2021, Indonesia ditunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam program transfer teknologi mRNA. Kemudian, pada 2023, katanya, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) menunjuk Bio Farma untuk kolaborasi di tingkat Global South.
