Jakarta (ANTARA) - Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 yang diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) berkerja sam Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP) memperkuat perannya sebagai platform penilaian kualitas laporan keberlanjutan terkemuka di Asia.
Tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh 82 perusahaan dan/atau organisa yaitu 78 dari Indonesia (termasuk 3 entitas sektor publik) serta 4 entitas dari luar neg (Bangladesh 1 entitas, Filipina 3 entitas).
Dalam acara penganugerahan ASRRAT 2025, Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro Chairman Board of Trustee NCCR, menjelaskan pentingnya harmonisasi standar pelaporan keberlanjutan secara global.
Ia menekankan bahwa perkembangan regulasi internasion seperti IFRS S1-S2, TCFD, GRI Standards, serta ASEAN Taxonomy, menuntut pengungkapan yang semakin terukur, terbandingkan, dan digunakan secara nyata oleh pemangku kepentingan.
"Perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan global yang semakin terukur da dapat diperbandingkan," ujar Bambang dalam keynote speech yang disampaikan seca virtual sebagai bentuk dukungannya untuk ASRRAT 2025.
Ia menegaskan relevansi laporan keberlanjutan bagi da saing di tingkat regional dan internasional.
"Dengan data yang kuat, konsisten, dan selaras dengan standar global, lapor keberlanjutan dapat menjadi alat strategis yang menunjukkan kesiapan organisa menghadapi transisi ekonomi dan tantangan keberlanjutan," tegasnya.
Prof. Bambang menyatakan bahwa ASRRAT berperan penting sebagai mekanism penilaian independen yang mendukung peningkatan kualitas laporan dari tahun ke tahun.
Pada acara yang sama, Dr. (Hon) Ali Darwin., Executi Director NCCR, menyampaikan bahwa laporan keberlanjutan kini menjadi elemen utam praktik bisnis bertanggung jawab.
la menyebut bahwa perusahaan tidak hanya ditunt untuk memenuhi persyaratan teknis, tetapi juga menunjukkan komitmen jangka panja dalam mengelola dampak material.
Laporan keberlanjutan kini menjadi fondasi akuntabilitas dan kepercayaan,” ungkap Ali.
Ia menambahkan bahwa kualitas pengungkapan akan mempengaruhi kepercayaan investor, akses pembiayaan, serta kemampuan perusahaan bersaing dalam perekonomian hijau.
“Kualitas pengungkapan yang baik akan menentukan kredibilitas perusahaan, sekaligus membuka peluang pembiayaan berkelanjutan dan memperkuat daya saing ke depan.”
Selanjutnya, Prof. Dr. Sylvia Veronica Siregar, Chairperson Board of Director ICSP dan Chairperson ASRRAT Jury Committee 2025, menyampaikan laporan juri yang menunjukkan peningkatan kualitas laporan keberlanjutan peserta tahun ini.
ASRRAT 2025 perkuat peran akuntabilitas laporan keberlanjutan di asia
Senin, 1 Desember 2025 21:26 WIB
Acara penganugerahan ASRRAT 2025 yang perkuat peran akuntabilitas laporan keberlanjutan di asia.ANTARA/HO-ASRRAT
