Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku memberikan edukasi digital kepada mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat strategi pemberdayaan masyarakat desa di Kota Ambon.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpatti Ronal Alfredo di Ambon, Senin, mengatakan pentingnya inovasi komunikasi digital untuk mendukung pembangunan desa, terutama di tengah tuntutan transformasi digital yang semakin cepat.
“Kemampuan merancang komunikasi berbasis teknologi menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa sekaligus pemerintah desa dalam mengoptimalkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Dia menjelaskan mahasiswa kini berfokus pada penerapan perencanaan komunikasi digital di desa-desa di Ambon.
Baca juga: Universitas Pattimura bekali mahasiswa tentang kelautan dan teknis maritim
Penelitian menyoroti berbagai tantangan digitalisasi, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga rendahnya kapasitas literasi digital, serta peluang yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Akademisi Ilmu Komunikasi Unpatti Aksa Noya memperkenalkan model perencanaan komunikasi digital sebagai pendekatan strategis bagi pemerintah desa untuk memperkuat penyebaran informasi dan membangun komunikasi dua arah yang lebih efektif.
"Berdasarkan temuan mahasiswa di lapangan, terkait hambatan, kebutuhan, dan peluang transformasi digital di Desa Galala, Poka, dan Latta, kesiapan kesiapan perangkat desa dan peningkatan kapasitas komunikasi merupakan faktor penting dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang lebih inklusif," katanya.
Rektor Unpatti Freddy Leiwakabessy mengatakan langkah akademis tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pengembangan kapasitas desa di Kota Ambon.
Baca juga: Universitas Pattimura memperkuat kajian ekonomi berbasis kepulauan
