Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur sedang berupaya mencari rumah susun terdekat sebagai hunian alternatif bagi warga yang akan direlokasi dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas.
"Kita berusaha semaksimal mungkin untuk mencari rusun yang paling dekat dengan lokasi tersebut," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat.
Meski pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah rumah susun (rusun(, sebagian warga mengeluhkan lokasi rusun yang ditawarkan, seperti Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pulo Jahe dan Rawa Bebek.
Keluhan tersebut muncul karena dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari mereka saat ini.
Menanggapi keluhan tersebut, Munjirin menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mencari pilihan rumah susun yang paling dekat dengan area TPU Kebon Nanas agar proses relokasi tidak memberatkan warga.
"Semua orang pasti ingin yang paling dekat, tapi pemerintah daerah sudah menyiapkan sebaik mungkin," tegas Munjirin.
Munjirin memastikan, proses penataan akan terus berjalan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga serta kepentingan publik yang lebih luas, terutama terkait kebutuhan lahan pemakaman di Jakarta.
Sebelumnya, warga di TPU Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, berharap dapat direlokasi ke rusun yang tak jauh dari tempat tinggalnya sekarang.
"Warga meminta direlokasi ke rusun terdekat. Apabila terjadi relokasi warga pasti minta di rusun yang tidak terlalu jauh," kata Ketua RW 05 Cipinang Besar Selatan, Hesti Raharjo di Jakarta, Rabu (26/11).
Hesti menyebutkan, warga yang sudah puluhan tahun bermukim di TPU Kebon Nanas tak ingin menempuh perjalanan jauh dari tempat tinggal barunya ke tempat kerja, sekolah ataupun kampus.
