Tana Tidung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM ) bidang kesehatan untuk pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim.
"PR kita itu bagaimana menyiapkan SDM yang fokus di bidang kesehatan, bicara tentang perawat, bidan dan dokter spesialisnya," kata Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali di Tana Tidung, Minggu.
RSUD Akhmad Berahim saat ini naik kelas, masuk dalam 15 RSUD madya di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) di Indonesia.
Ibrahim Ali mengungkapkan RSUD Akhmad Berahim naik menjadi kelas madya, yang kemungkinan tertinggi di Kalimantan Utara (Kaltara), dan di bawah satu tingkat dari RSUD dr Jusuf SK di Tarakan.
Baca juga: Dinkes Kaltim perkuat kapasitas SDM kesehatan untuk darurat persalinan
"Saat ini saya sudah sekolahkan semua dokter spesialis itu untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia," kata Bupati Ibrahim Ali.
Hal tersebut bertujuan untuk mempersiapkan SDM bidang kesehatan saat bangunan RSUD sudah diserahterimakan sebagai hibah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kepada Pemkab Tana Tidung.
"Tidak ada alasan kami untuk tidak siap, karena sayang bangunan gedung yang sudah dibangun ratusan miliar, tapi kita tidak siap dengan SDM," kata Ibrahim Ali.
Namun jika pendidikan para dokter spesialis belum selesai, maka Pemkab Tana Tidung akan mengontrak dokter-dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau dokter magang dari kampus-kampus di Indonesia.
Baca juga: UI janji berperan aktif bangun SDM kesehatan di Maluku Utara
Ibrahim mengungkapkan pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan kampus-kampus negeri yang ada di Indonesia untuk memberikan magang kepada dokter spesialis.
Bupati saat melakukan pengecekan beberapa waktu lalu melihat pengerjaan bangunan RSUD Akhmad Berahim sudah mencapai 61,75 persen dan tidak ada deviasi. RSUD ini pembangunannya dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) WIKA dan Waskita Karya di kawasan Sesayap.
"Kata PPTK mereka optimis akan menyelesaikan pekerjaan fisiknya sesuai dengan kontrak yang berakhir pada 16 Desember 2025. Pekerjaan itu sesuai dengan kontrak sebesar Rp164 miliar, tapi itu soal infrastruktur saja," kata Ibrahim Ali.
Pewarta: Susylo AsmalyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.