Subang, Jawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengusulkan tambahan pembangunan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga dengan pembiayaan APBN 2026.
"Mudah-mudahan tahun 2026 dan 2027 bisa dikabulkan penambahan bantuan jargas, meskipun pengajuannya dilakukan di akhir 2025 melalui berbagai proses," kata Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi sebagaimana dikutip dari keterangan Diskominfo Kabupaten Subang di Subang, Jabar, Minggu.
Wakil Bupati Subang telah menyampaikan usulan permintaan penambahan jaringan gas bumi rumah tangga di wilayahnya, dalam pertemuan dengan Pelaksana Tugas Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandono di Kementerian ESDM, Jakarta pada pekan ini.
Menurut Wakil Bupati, penambahan jaringan gas bumi rumah tangga di Subang, amat wajar mengingat wilayahnya merupakan daerah penghasil migas dengan produksi mencapai 80 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD), sehingga sangat layak mendapatkan peningkatan alokasi jargas pada 2026 dan 2027.
"Agar masyarakat Subang semakin luas mendapatkan akses jaringan gas," ujarnya tanpa menyebutkan berapa banyak sambungan jaringan gas bumi rumah tangga yang diminta penambahannya.
Ia juga menekankan bahwa Subang dalam waktu dekat akan memiliki sejumlah kawasan ekonomi khusus seperti Subang Smartpolitan, dan Pelabuhan Patimban.
Kondisi tersebut akan berdampak pada peningkatan penggunaan jaringan gas bumi bagi perusahaan-perusahaan tersebut, sehingga dengan catatan jangan sampai perusahaan ke depannya menggunakan gas tetapi masyarakat Subang tidak menerima manfaatnya.
"Keberadaan industri tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi wajib juga memberi manfaat langsung bagi warga Subang," katanya.
Menurut dia, Agung Kuswandono menyambut baik pembahasan rencana pengembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Subang.
Pada 2025, Ditjen Migas mengelola berbagai program pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia.
Salah satu fokus utama adalah pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga melalui Program 1 Juta Sambungan Rumah, yang merupakan inisiatif pemerintah dalam menyediakan energi gas yang terjangkau.
Agung menyampaikan bahwa untuk Kabupaten Subang, program sambungan rumah yang telah berjalan diharapkan dapat diperluas ke lebih banyak wilayah.
Ia menyatakan potensi Subang sangat besar dan layak mendapatkan dukungan lanjutan dalam pengembangan jaringan gas bumi.
Hingga akhir 2023, jumlah sambungan jaringan gas bumi rumah tangga di Subang hampir mencapai 10 ribu sambungan rumah.
Baca juga: Perusahaan Gas Negara percepat pembangunan infrastruktur gas bumi guna swasembada energi
Baca juga: PGN Batam perluas jaringan gas bumi rumah tangga lewat "GasKita" di Kecamatan Batu Aji
